Kompas.com - 31/05/2013, 17:01 WIB
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendidikan di Indonesia harus bebas dari iklan dan sponsor rokok agar siswa, guru, dan tenaga pendidikan tidak terpengaruh untuk merokok. Hal ini juga dimaksudkan agar tujuan pendidikan yang antara lain menghasilkan siswa yang sehat dapat tercapai dengan baik.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo, Jumat (31/5/2013) di Jakarta, mengatakan, PGRI telah mengirimkan surat resminya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan tembusan Presiden RI.  

PGRI menyatakan sikap untuk menolak keras iklan dan sponsor rokok pada kegiatan pendidikan di sekolah, kampus, dan juga pada kegiatan yang melibatkan siswa, mahasiswa, guru, dosen, dan tenaga kependidikan lainnya.

"Selain itu, PGRI meminta pimpinan lembaga pendidikan agar menjadikan sekolah dan kampus sebagai kawasan bebas asap rokok," kata Sulistiyo. (ELN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.