Penerima Beasiswa Bidikmisi Ditambah

Kompas.com - 03/06/2013, 02:44 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menambah jumlah penerima beasiswa pendidikan mahasiswa tidak mampu dalam program Bidikmisi dari 50.000 jadi 58.000 orang. Itu terkait dampak rencana kenaikan harga BBM.

”Tekanan masyarakat miskin akan lebih berat jika harga BBM naik. Karena itu, Kemdikbud menambah jumlah penerima bantuan Bidikmisi,” kata Sekretaris Direktorat Pendidikan Tinggi Kemdikbud Patdono Suwignjo di sela peluncuran Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) di Jakarta, Sabtu (1/6).

Bidikmisi ialah program beasiswa Kemdikbud sejak 2010. Program itu membantu biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa tak mampu di PTN. Bantuan Rp 600.000 (biaya hidup) dan Rp 400.000 (biaya kuliah). Periode 2010-2012 terdapat 94.000 mahasiswa penerima bantuan.

Menurut Patdono, penambahan 8.000 penerima Bidikmisi tahun ini telah masuk rancangan APBN Perubahan 2013. Pada awal penyusunan APBN 2013, jumlahnya 50.000 penerima. ”Besaran bantuan untuk tiap mahasiswa tetap sama,” katanya.

Jatah mahasiswa miskin

Selain Bidikmisi, Kemdikbud terus mengawal penerapan ketentuan kuota minimal 20 persen kepada perguruan tinggi negeri untuk menerima siswa miskin.

”Yang tak memenuhi ketentuan itu akan dikenai sanksi pengurangan bantuan operasional dari pemerintah,” katanya.

Patdono berharap kebijakan menerima 20 persen siswa miskin itu juga bisa diterapkan perguruan tinggi swasta agar memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat miskin. ”Kami masih mencari instrumen yang bisa meningkatkan penerimaan siswa miskin di PTS,” katanya.

Bantuan bagi mahasiswa tak mampu itu bertujuan memutus rantai kemiskinan masyarakat. Patdono mengatakan, pada 2011, hanya 0,3 persen masyarakat lapisan ekonomi terbawah yang bisa menikmati perguruan tinggi. ”Saat ini, dengan berbagai program, angkanya 4 persen dan akan ditingkatkan,” katanya.

Managing Director Putera Sampoerna Foundation yang menaungi USBI mengatakan, pihaknya melampaui jumlah 20 persen beasiswa bagi siswa miskin. Salah satunya dengan memprioritaskan menerima siswa lulusan Akademi Siswa Bangsa Internasional (ASBI), yang di antaranya merupakan siswa berprestasi akademik tinggi dengan latar belakang ekonomi tak mampu.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan USBI Paulina Pannen menambahkan, pihaknya juga memiliki Koperasi Siswa Bangsa yang bisa membantu pembiayaan kuliah bagi mahasiswa tak mampu. (ENG)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X