Kompas.com - 07/06/2013, 10:11 WIB
EditorCaroline Damanik

Realitas kehidupan negeri ini yang nihil pemimpin acapkali memojokkan para guru. Di satu sisi mereka harus memperjuangkan rasa bangga dan cinta pada negeri ini, bukan hanya bangga dan cinta pada alamnya yang kaya nan subur, tetapi juga pada bangsanya yang unggul.

Namun, mencari sosok pemimpin dan tokoh publik yang unggul di negeri ini bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Banyak artis yang lama digandrungi dan dijadikan model manusia unggul generasi muda negeri ini tiba-tiba terjerat kasus. Bisa narkoba, bisa lainnya.

Demikian juga dengan para tokoh politik, lebih-lebih politisi muda. Tokoh yang sering mencitrakan diri alim penuh simbol agamis, bersih dan pejuang garang kebenaran, terjerat kasus korupsi. Kelihaian para pembela politisi koruptor kian membuat gersang negeri ini bagi tumbuhnya benih kepemimpinan.

Mencipta ruang istimewa

Kita amini gagasan Emha Ainun Najib bahwa siapa saja yang bisa menjadi teladan kehidupan sesungguhnya merekalah pemimpin kita hari-hari ini. Pemimpin tidak selalu identik dengan jabatan publik dan politis.

Benih karakter kepemimpinan butuh ruang berperistiwa. Bagi kaum muda sekolah adalah ruang berperistiwa mereka. Sekolah mesti menjadi oase di tengah padang kehidupan yang nihil pemimpin sejati. Para gurulah salah satu harapan pencipta oase itu agar benih karakter kepemimpinan generasi muda kita tidak musnah percuma.

Sadar akan hal ini, sesungguhnya inilah saat ketika para guru dipanggil untuk menyelamatkan bahtera negeri ini. Kita butuh para guru yang berani menjadi manusia unggul. Keberanian para guru menjadi manusia merdeka, bebas dari belenggu pencitraan dan ragam perbudakan birokratis, pastilah akan menciptakan ruang istimewa bagi tumbuhnya benih kepemimpinan anak didiknya. Ekspresi hidup yang sederhana pastilah menjadi lentera bagi jiwa kepemimpinan anak didiknya.


SIDHARTA SUSILA Pendidik

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.