Harga Buku Dipatok Rp 20.000

Kompas.com - 12/06/2013, 03:25 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Setelah menghitung proses produksi setiap buku pegangan Kurikulum 2013, pemerintah akan menetapkan harga eceran tertinggi Rp 20.000 per buku. Harga itu sudah termasuk margin keuntungan percetakan dan biaya distribusi buku ke sekolah-sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hal itu setelah rapat kerja dengan Komisi X DPR, Selasa (11/6).

Menurut Nuh, hitung-hitungan itu diperoleh setelah sebuah percetakan pemenang tender membuat buku contoh mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah.

Sebagai contoh, biaya produksi dan distribusi buku Matematika kelas X setebal 392 halaman hanya Rp 18.700 per buku. Adapun biaya produksi dan distribusi buku Bahasa Indonesia kelas X setebal 242 halaman Rp 8.800 per buku. Sementara itu, biaya produksi dan distribusi buku tematik kelas I SD Rp 12.000 per buku karena menggunakan banyak gambar.

”Ternyata, biaya produksi buku ini murah. Kebijakan perbukuan harus ditata agar buku terjangkau masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan terlalu banyak,” Nuh menjelaskan. Saat memberi penjelasan, Nuh menunjukkan beberapa contoh buku Kurikulum 2013.

Itjen mengawasi

Untuk proses tender dan pencetakan, Nuh telah meminta Inspektorat Jenderal Kemdikbud untuk mengawasi sejak awal. Selain itu, Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga telah dimintai bantuan untuk mendampingi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, masyarakat dapat memantau perkembangan pelaksanaan Kurikulum 2013 secara daring melalui kurikulum.kemdikbud.go.id. Sistem Elektronik Pemantauan Implementasi Kurikulum (SEPIK) 2013 ini digunakan untuk memantau distribusi buku dan proses pelatihan guru.

Ketua Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi menambahkan, SEPIK menyediakan fitur-fitur yang diperlukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengakses lebih jauh pelaksanaan pelatihan.

Secara terpisah, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil, mengatakan, audit penyelenggaraan Ujian Nasional 2013 hampir tuntas dan diharapkan bisa disampaikan ke DPR pekan depan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, kata Rizal, BPK menemukan hal-hal yang saling terkait, mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan. Audit terutama didasarkan pada jumlah peserta UN, biaya pengawasan, serta biaya penggandaan dan distribusi paket soal. Total biaya UN untuk SMP dan SMA Rp 515,5 miliar, sedangkan untuk SD Rp 127,96 miliar. (LUK/LAS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.