Enam Bulan Beasiswa Bidikmisi Macet

Kompas.com - 18/06/2013, 02:30 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Penyaluran beasiswa pendidikan Bidikmisi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu terhenti enam bulan terakhir. Penyaluran yang terhenti hanya pada program Bidikmisi di perguruan tinggi agama Islam negeri.

Beasiswa sebesar Rp 600.000 per bulan itu sangat berarti bagi mahasiswa penerima, khususnya untuk biaya hidup dan kos.

”Kalau biaya kuliah, kampus akhirnya menolkan, tetapi biaya hidup ini yang berat. Banyak yang hampir menyerah,” kata Septi Karisyati, mahasiswa semester VI Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (17/6). Di sana, ada 338 mahasiswa penerima Bidikmisi.

Menurut Septi, selama Januari-Juni ini belum ada kejelasan dari Kementerian Agama (Kemenag) soal penyaluran beasiswa Bidikmisi. ”Laptop sudah saya gadaikan untuk biaya hidup. Untuk uang kontrakan bisa ditunda dulu, pemiliknya masih percaya,” ujarnya.

Penerima Bidikmisi seharusnya mendapat Rp 6 juta per semester. Rinciannya Rp 600.000 per bulan untuk biaya hidup dan Rp 2,4 juta lainnya biaya kuliah per semester. Mahasiswa S-1 menerima beasiswa empat tahun.

Naghfir Adyanata, Wakil Sekretaris Jenderal Lingkar Bidikmisi (Lingdiksi) UIN Malang, mengatakan, yang mencemaskan justru nasib penerima Bidikmisi tahun 2010 dan 2011. Awalnya, penyaluran beasiswa dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian dialihkan ke Kemenag.

”Kenapa justru di bawah Kemenag penyaluran beasiswa bermasalah? Ini, kan, bukan dadakan, sudah direncanakan. Seharusnya sudah dianggarkan jauh- jauh hari,” kata Naghfir.

”Kasihan teman-teman kami yang total mengandalkan beasiswa. Tak mungkin minta orangtua karena memang benar-benar miskin. Banyak yang akhirnya terjerat utang hingga Rp 3 jutaan,” ujar Naghfir. Jumlah penerima beasiswa Bidikmisi di kampusnya sebanyak 327 mahasiswa.

Lapor ke Ombudsman

Menurut Septi, mahasiswa penerima Bidikmisi yang tergabung dalam Lingdiksi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) se-Nusantara dari 21 PTAIN sudah mengadu ke Ombudsman RI, Kemenag, hingga rektorat masing-masing. ”Sampai saat ini tidak ada kejelasan,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Nur Syam mengatakan, keterlambatan penyaluran beasiswa Bidikmisi terjadi karena masalah anggaran di Kemenag yang melibatkan instansi lain. ”Anggaran itu termasuk yang perlu pendalaman. Namun, sudah selesai. Sedang disiapkan penyalurannya,” katanya. (ELN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X