Kompas.com - 02/07/2013, 22:46 WIB
Pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai difokuskan pada kalangan pelajar tingkat menengah. Seperti tes urine yang dilakukan di SMP swasta di Kecamatan Mojoroto, Rabu (12/2/2013). Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimPencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai difokuskan pada kalangan pelajar tingkat menengah. Seperti tes urine yang dilakukan di SMP swasta di Kecamatan Mojoroto, Rabu (12/2/2013).
EditorBNJ

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Mulai tahun ajaran 2013/2014, Pemerintah Kota Balikpapan menerapkan tes urine bagi siswa baru tingkat SMP dan SMA, SMK, serta madrasah aliyah (MA).

"Kami bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk melakukan tes urine secara acak," kata Wali Kota, Rizal Effendi di Balikpapan, Selasa (2/7/2013).

Tingkatan sekolah tersebut dianggap memiliki siswa yang rawan terpengaruh dari semula mencoba hingga menjadi pecandu zat-zat berbahaya tersebut.

Dengan adanya pemeriksaan, wali kota berharap para siswa, yang adalah generasi muda, berpikir ratusan kali sebelum mencoba narkoba, apalagi kemudian meneruskan dengan menjadi pecandu. "Tentu saja bila ada yang ketahuan menggunakan narkoba, kami akan mengambil langkah-langkah tertentu," jelas Rizal.

Namun demikian, Wali Kota menjamin, selama dalam batas-batas tertentu, siswa yang positif menggunakan narkoba masih dapat mendapatkan pendidikan yang sama seperti siswa lainnya. "Mereka tetap boleh sekolah, hanya saja mungkin harus menjalani rehabilitasi," katanya.

Wali Kota juga menjelaskan, saat ini Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan bersama Dinas Pendidikan sedang melakukan kajian bagaimana bentuk-bentuk rehabilitasi bagi siswa yang positif menggunakan narkoba.

Menurut Wali Kota Rizal Effendi, langkah pemeriksaan urine ini adalah upaya menekan maraknya penggunaan narkoba di kalangan pelajar Balikpapan. "Memang harapan kami, harapan kita semua, tidak ada yang positif dari pemeriksaan urine ini," kata Rizal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemkot juga terus memantau tempat hiburan malam (THM) yang selama ini disinyalir menjadi tempat peredaran narkoba. "Kami terus lakukan pemantauan, bisa saja mereka (siswa) mungkin mendapatkannya di sana (THM)," katanya.

Jika terbukti THM menjadi tempat peredaran narkoba kalangan pelajar, pihaknya tidak segan-segan akan langsung mencabut izin operasional tempat hiburan tersebut. "Kami langsung tutup kalau memang terbukti ada narkoba di THM," tegasnya.

Di sisi lain, ketua Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, I Ketut Rasna minta Wali Kota mengeluarkan regulasi resmi untuk tes narkoba tersebut. "Baik sekali bila ditegaskan dalam Perwali, misalnya," kata Ketut Rasna.

Pihaknya, kata Ketut, siap melakukan dan mengawal kebijakan tersebut, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan Kota. "Kami memiliki personel yang ahli melakukan tes urine dan sejumlah tes lain yang diperlukan untuk memastikan keberadaan narkoba di dalam tubuh," kata Ketut Rasna.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.