Kesiapan Bahasa dan Adaptasi Sebelum Studi di Belanda

Kompas.com - 10/07/2013, 12:05 WIB
Pada rangking universitas dunia berdasarkan Times Higher Education, terdapat 12 universitas dari Belanda menempati urutan 200 besar. M Latief/KOMPAS.comPada rangking universitas dunia berdasarkan Times Higher Education, terdapat 12 universitas dari Belanda menempati urutan 200 besar.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Lebih dari 100 pelajar Indonesia berkumpul di Erasmushuis, Jakarta, pada acara puncak penutupan kursus akulturasi bahasa Belanda, Jumat (5/7/2013) pekan lalu. Kursus telah diikuti selama tujuh minggu ini ditawarkan gratis untuk semua pelajar Indonesia yang telah diterima untuk program gelar di institusi pendidikan tinggi di Belanda.

"Saya sangat berharap kursus ini akan menjadi awal hubungan baik jangka panjang bagi semua pelajar dengan negeri Belanda. Pengetahuan bahasa dan saling pemahaman antar budaya merupakan unsur mendasar pada hubungan antar manusia sehingga akan memainkan peran sangat penting dalam memperkuat ikatan antara kedua negara," ujar Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Tjeerd F de Zwaan.

Zwaan mengatakan perlunya menekankan kerjasama antara Belanda dan Indonesia melalui pendidikan tinggi. Ia mengaku senang melihat para peserta kursus memilih Belanda untuk melanjutkan studinya dalam rangka memperkaya bidang akademis dan kepribadian mereka.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, mengatakan bahwa berdasarkan peringkat ranking universitas, institusi pendidikan tinggi di Belanda secara konsisten selalu menempati ranking yang tinggi. Pada rangking universitas dunia berdasarkan Times Higher Education, terdapat 12 universitas dari Belanda menempati urutan 200 besar. Hal tersebut menjadikan Belanda sebagai negara ketiga setelah Inggris dan Amerika Serikat dengan universitas terbanyak di urutan 200 besar dunia.

Adapun tujuan utama dari kursus akulturasi bahasa Belanda ini adalah untuk mempersiapkan para pelajar supaya dapat beradaptasi dengan lebih baik di Belanda. Kursus ini dapat ditawarkan gratis kepada pelajar Indonesia berkat kerjasama antara kedutaan Belanda, Erasmus Taal Centrum dan Nuffic Neso Indonesia.

Mervin mengatakan, walaupun pelajar Indonesia akan belajar di Belanda dengan menggunakan bahasa Inggris, ia yakin pengetahuan dasar budaya dan bahasa Belanda akan memberikan para pelajar kemudahan pada saat tiba di Belanda.

"Mereka akan beradapatasi lebih cepat dan hal itu akan mempermudah proses belajar mereka," kata Mervin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X