Silakan Jadi Enterpreneur, Tapi Kuliah Harus Selesai!

Kompas.com - 10/07/2013, 14:55 WIB
Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Institusi Universitas Bina Nusantara (UBINUS) Dr Boto Simatupang. Binus UniversityWakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Institusi Universitas Bina Nusantara (UBINUS) Dr Boto Simatupang.
EditorLatief
KOMPAS.com - Kemampuan menjalin jejaring, bekerja sama dalam tim, dan kerja keras adalah modal keterampilan berwirausaha yang bisa dipupuk mulai di bangku kuliah. Hal tersebut diungkapkan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Institusi Universitas Bina Nusantara (UBINUS) Dr Boto Simatupang di Kampus Binus Anggrek, Jakarta Barat, Selasa (9/7/2013).

"Menyelesaikan kuliah sebenarnya pilihan. Tapi, pengalaman dan ilmu dari perkuliahan akan jadi bekal penting untuk memenangkan persaingan di era global yang begitu dinamis," ungkap Boto.

Menurut dia, lantaran terlalu asyik bekerja atau menjalankan bisnis, banyak mahasiswa biasanya lupa akan tugas-tugasnya sehingga banyak yang akhirnya memutuskan berhenti kuliah. Perkuliahan sering dianggap membebani.

"Padahal, banyak keterampilan kerja dan wirausaha yang bisa dilatih lewat kegiatan perkuliahan," ujarnya.

Boto mengatakan, Binus University memberi dukungan dan kesempatan seluas-luasnya bagi Binusian (sebutan bagi mahasiswa Binus), untuk berinovasi dan berwirausaha. Bentuk dukungan tersebut diintegrasikan secara nyata dalam berbagai kegiatan akademik. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri.

"Kita juga bekerja sama dengan 67 perguruan tinggi di luar negeri. Setiap Binusian diberi kesempatan seluas-luas untuk melakukan internasionalisasi lewat kegiatan akademik dan kerja sama riset," paparnya.

Boto mengungkapkan, pengalaman bertemu dengan dosen dan mahasiswa asing efektif dalam membuka cakrawala tentang pergaulan dan dunia kerja internasional. Kesempatan melakukan video conference dengan dosen asing, pertukaran pelajar, dan bergaul dengan mahasiswa asing terbuka luas untuk semua Binusian.

Binus juga menjadi bagian dari Nationwide University Network In Indonesia (NUNI), yakni jejaring beranggotakan 21 perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Indonesia. Bagi Binusian, kerja sama ini membuka peluang untuk bertemu dengan mahasiswa dari universitas lain dan memperluas jejaring profesional.

Menerima Keragaman

Boto mengungkapkap, persaingan global itu sebuah keniscayaan. Sebagai persiapan menghadapi era perdagangan bebas, Binusian dituntut lebih adaptif terhadap keragaman budaya. Keluwesan dalam bersikap dalam keragaman adalah salah satu karakter harus dimiliki untuk mampu bersaing dalam iklim persaingan global.

Halaman:
Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Close Ads X