Sekali Lagi... Riset Aplikatif Lebih Diutamakan!

Kompas.com - 12/07/2013, 14:33 WIB
Dalam perjalanan menuju world class university, Binus University terus mendorong mahasiswa dan tenaga dosennya untuk lebih banyak melakukan riset di dalam maupun luar kegiatan perkuliahan. M Latief/KOMPAS.comDalam perjalanan menuju world class university, Binus University terus mendorong mahasiswa dan tenaga dosennya untuk lebih banyak melakukan riset di dalam maupun luar kegiatan perkuliahan.
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Di Bina Nusantara (Binus) University ruang kuliah adalah ruang publikasi, tempat hasil riset dipertanggungjawabkan kepada publik untuk pertama kalinya. Sebagai bahan pembelajaran, salah satu persyaratan wajib dipenuhi adalah hasil riset harus aplikatif terhadap kebutuhan pembelajaran. 

Demikian diungkapkan Wakil Rektor I Bidang Pengembangan Akademik Iman Herwidiana Kartowisastro, Ph.D kepada Kompas.com di Kampus Binus Anggrek, Kamis (11/7/2013). Iman mengatakan, mahasiswa dan dosen pelaku riset dituntut peka terhadap kebutuhan saat menentukan materi riset. 

"Kami menekankan pada applied research. Riset yang bersumber dari masalah nyata membuat hasil riset lebih aplikatif terhadap kebutuhan," ujar Iman. 

Iman memaparkan, sejak pertama kali mahasiswa kuliah, Binus memberi informasi tentang apa saja riset yang dibutuhkan sesuai bidang keilmuan masing-masing. Bidang industri, bisnis, dan pemerintahan adalah tiga ranah di mana hasil riset dapat diaplikasikan secara maksimal.

Dia meyakini, mahasiswa yang terbiasa melakukan riset aplikatif memiliki keunikan dibandingkan mahasiswa lain, yaitu berupa pemahaman lebih spesifik terhadap kebutuhan perkembangan zaman.

Sebelumnya, pada ceramah pada Annual Marketing Training 2013 di Auditorium Kampus Binus Anggrek, Rabu (10/7/2013) lalu, Rektor Universitas Bina Nusantara Prof Harjanto Prabowo mengatakan bahwa dalam perjalanan menuju world class university, Binus University terus mendorong mahasiswa dan tenaga dosennya untuk lebih banyak melakukan riset di dalam maupun luar kegiatan perkuliahan.

"Kita akan mem-blend kemampuan dosen dalam melakukan riset ke dalam kegiatan perkuliahan untuk mahasiswa," ujarnya.

Harjanto menegaskan, selama ini riset sudah berkembang dengan baik di kalangan mahasiswa dan dosen Binus. Hal tersebut tercermin melalui  kebijakan dari Dikti yang telah mengalokasikan block grant (dana penelitian) secara reguler untuk Binus. Keuntungannya, mahasiswa dan dosen Binus tidak perlu lagi mencari penyandang dana penelitian tiap kali melakukan riset.

Selain pengakuan dari Dikti, suburnya iklim riset di Binus dapat dilihat dari berbagai raihan penghargaan akademik dalam lingkup nasional maupun internasional. Tercatat Binus telah mengoleksi sebanyak 110 penghargaan dengan 37 penghargaan di antaranya berasal dari kompetisi bertaraf internasional.

Namun, hal tersebut dirasa masih perlu ditingkatkan lebih jauh untuk menuju world class university. Visi dan misi Binus yang menempatkan People di urutan pertama memerlukan pola pembelajaran dengan iklim riset yang kuat. Riset sangat berperan dalam pembentukan karakter dan pola pikir para pelakunya. 

"Target kami adalah 1 dari 3 lulusan bekerja di perusahaan multinasional atau menjadi enterpreneur. Itu artinya kami harus membekali mereka dengan kemampuan berpikir dan bertindak secara global, serta pola pikir sistematis. Di sinilah riset berperan penting,” ungkapnya. (Roberto Januar)

“Bergabunglah dengan komunitas kelas dunia: www.binus.ac.id”

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X