Kompas.com - 14/07/2013, 11:29 WIB
Permasalahan mengenai akuntansi sewa (lease) menjadi perhatian besar bagi dua standard setter di dunia, yaitu IASB dan FASB. www.shutterstock.comPermasalahan mengenai akuntansi sewa (lease) menjadi perhatian besar bagi dua standard setter di dunia, yaitu IASB dan FASB.
EditorLatief
Oleh: Stefanus Ariyanto SE., M.Ak/Dosen Akuntansi dan Keuangan Binus University

KOMPAS.com - Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman awal atas akuntansi sewa di masa yang akan datang. Tujuannya agar penyusun maupun pembaca laporan keuangan dapat melakukan antisipasi sebelumnya, jika standar ini diberlakukan di Indonesia.

Memang, permasalahan mengenai akuntansi sewa (lease) menjadi perhatian besar bagi dua standard setter di dunia, yaitu IASB dan FASB. Kedua lembaga ini menjalankan proyek bersama untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan akuntansi untuk sewa (lease). Perkembangan terakhir adalah diterbitkannya Exposure Draft: Leases pada Agustus 2010 dan diharapkan penyempurnaan atas Exposure draft: Leases ini pada kuartal ke-2 2013.

Ada tiga dasar pemikiran dan tujuan dari proyek bersama ini, yaitu posisi akuntansi sewa yang sekarang ada kurang memenuhi kebutuhan user, kesulitan untuk mendefinisikan perbedaan antara finance dan operating lease, serta menghilangkan klasifikasi dan akuntansi untuk operating lease.

Adapun yang tidak termasuk ruang lingkup standar ini adalah:
a. Kontrak yang mewakili pembelian/penjualan underlying asset.
b. Sewa aset tak berwujud atau aset agrikultural.
c. Sewa terkait eksplorasi atau penggunaan sumber daya alam.
d. Komponen jasa dari kontrak yang mengandung unsur komponen jasa dan sewa, jika memenuhi kriteria tertentu.

Sementara itu, yang termasuk dalam ruang lingkup standar ini meliputi:
a. Transaksi Jual dan sewa kembali (sale and leaseback)
b. Sub-leases
c. In-substance purchase/sales

Untuk membedakan pengakuan atas kontrak eksekutori dan non-eksekutori, simak berikut ini:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

- Mengakui kontrak eksekutori sebagai kontrak non eksekutori dalam kasus kontrak sewa. Contohnya:
a. Kontrak jasa kebersihan gedung dengan penyedia jasa cleaning service selama 3 tahun dengan fee 500 dolar AS per tahun.

b. Kontrak sewa peralatan selama 3 tahun dengan fee 500 dolar AS per tahun

Dalam kasus (a) dan (b) di atas, keduanya adalah termasuk kontrak eksekutori. Namun, karena (a) tidak melibatkan aset tertentu, maka tetap dianggap sebagai kontrak eksekutori biasa sehingga tidak ada aset dan liabilitas yang diakui.

Namun, untuk kasus (b), kontrak tersebut melibatkan aset dan hak menggunakan aset (Right of Use Asset/ROUAA). sehingga dalam kasus (b) penyewa harus mengakui aset berupa ROUA sebesar 300 dolar AS dan liabilitas sewa 300 dolar AS.

Adapun untuk memisahkan komponen jasa, simak contohnya berikut ini:
Lessee A melakukan kontrak sewa kendaraan yang meliputi pula perjanjian jasa pemeliharaan. Harga sewa adalah 2,000 dolar AS per bulan termasuk jasa pemeliharaan 500 dolar AS. Maka, dalam hal ini lessee harus membuat jurnal sebagai berikut :
ROUA: 1,500
Lease liabilities: 1,500

Nilai kontrak pemeliharaan tidak diakui dalam ROUA dan lease liabilities.

Akutansi Sewa - Lessee

Dalam standar yang direvisi ini, Right of Use Asset (ROUA) dan lease liabilities diakui dan diukur pada saat pengakuan sebesar nilai kini dari pembayaran sewa berkala (lease payment). Pengukuran lanjutan atas lease liability dan pembebanan bunga dilakukan dengan 2 pilihan model yaitu Single Lease Expense (SLE) dan Interest & Amortization (I&A).

Ketentuan model SLE :
- Lease liabilities diukur dengan amortized cost
- Mengakui biaya sewa secara garis lurus
- Menyesuaikan nilai tercatat ROUA dan lease liabilities dengan selisih antara lease expense dan interest expense dari lease liabilities.

Ketentuan I&A Model
- Lease liabilities diukur dengan amortized cost.
- Mengakui beban bunga dalam SOCI.
- Melakukan amortisasi atas ROUA secara garis lurus dan mengakui biayanya dalam SOCI.

Untuk sewa yang berjangka waktu kurang dari setahun, entitas dapat memilih menggunakan model operating lease atau model pengakuan aset/liabilitas.

Contoh kasus untuk kedua model bisa dilihat adalah sebagai berikut :
PT A menyewa ruangan selama 5 tahun dengan total pembayaran 500 dolar AS (100 dolar AS per tahun, dibayar setiap 31 Desember). Awal sewa adalah 1 Januari 2010. Jika digunakan discount rate 5 persen, maka nilai kini angsuran yang akan diakui sebagai ROUA dan LL adalah :
- 100 dolar AS x 3.7611 (PVOA 5 persen, 5 tahun) = 433 dolar AS.

Tabel amortisasi sewa adalah sebagai berikut:

Date

Payment

Interest

Principal

Balance

Jan 1, 2010

     

     433.00

Dec 31, 2010

     100.00

        21.65

        78.35

     354.65

Dec 31, 2011

     100.00

        17.73

        82.27

     272.38

Dec 31, 2012

     100.00

        13.62

        86.38

     186.00

Dec 31, 2013

     100.00

          9.30

        90.70

        95.30

Dec 31, 2014

     100.00

          4.77

        95.23

          0.07

Jika digunakan MODEL SLE, maka jurnal yang harus dibuat adalah:

Date

Dr Acc

Dr Amount

Cr Acc

Cr Amount

Description

Jan 1, 2010

ROUA

433

Lease liability

433

Initial recognition

Dec 31, 2010

Lease liability

100

Cash

100

1st payment

 

Rental Expense

100

Lease Liability

21.65

Rental Expense 1

     

ROUA

78.35

 

Dec 31, 2011

Lease liability

100

Cash

100

2nd payment

 

Rental Expense

100

Lease Liability

17.73

Rental Expense 2

     

ROUA

82.27

 

Dec 31, 2012

Lease liability

100

Cash

100

3rd payment

 

Rental Expense

100

Lease Liability

13.62

Rental Expense 3

     

ROUA

86.38

 

Dec 31, 2013

Lease liability

100

Cash

100

4th  payment

 

Rental Expense

100

Lease Liability

9.30

Rental Expense 4

     

ROUA

90.70

 

Dec 31, 2014

Lease liability

100

Cash

100

5th  payment

 

Rental Expense

100

Lease Liability

4.77

Rental Expense 5

     

ROUA

95.23

 

Jika digunakan MODEL I&A, maka jurnal yang harus dibuat adalah:

Date

Dr Acc

Dr Amount

Cr Acc

Cr Amount

Description

Jan 1, 2010

ROUA

433

Lease liability

433

Initial recognition

Dec 31, 2010

Lease liability

100

Cash

100

1st payment

 

Interest Expense

21.65

Lease Liability

21.65

Interest Expense 1

 

Amortization Expense

86.6

ROUA

86.6

Amortization Expense 1

Dec 31, 2011

Lease liability

100

Cash

100

2nd  payment

 

Interest Expense

17.73

Lease Liability

17.73

Interest Expense 2

 

Amortization Expense

86.6

ROUA

86.6

Amortization Expense 2

Dec 31, 2012

Lease liability

100

Cash

100

3rd  payment

 

Interest Expense

13.62

Lease Liability

13.62

Interest Expense 3

 

Amortization Expense

86.6

ROUA

86.6

Amortization Expense 3

Dec 31, 2013

Lease liability

100

Cash

100

4th  payment

 

Interest Expense

9.30

Lease Liability

9.30

Interest Expense 4

 

Amortization Expense

86.6

ROUA

86.6

Amortization Expense 4

Dec 31, 2014

Lease liability

100

Cash

100

5th   payment

 

Interest Expense

4.77

Lease Liability

4.77

Interest Expense 5

 

Amortization Expense

86.6

ROUA

86.6

Amortization Expense 5

"Bergabunglah dengan komunitas kelas dunia: www.binus.ac.idDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.