Utrecht-Brawijaya Godok Mekanisme Baru Penerapan CSR

Kompas.com - 15/07/2013, 14:25 WIB
Utrecht sendiri telah mempunyai perjanjian kerjasama dengan sepuluh fakultas hukum di universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Salah satu mitra kerjasamanya adalah Uiversitas Brawijaya. Utrecht University Utrecht sendiri telah mempunyai perjanjian kerjasama dengan sepuluh fakultas hukum di universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Salah satu mitra kerjasamanya adalah Uiversitas Brawijaya.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 18 akademisi, sarjana dan mahasiswa tingkat lanjut dari Indonesia dan Belanda menggabungkan sumberdaya untuk mempublikasikan buku mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) di Indonesia berjudul "Perkembangan Legislatif dan Studi Kasus (CSR in Indonesia: Legislative Developments and Case Studies)". Kalangan internasional mengulas bahwa publikasi ini memberikan gambaran tentang perkembangan legislatif terbaru yang berhubungan dengan CSR dalam konteks lebih luas.

Studi kasus pada buku ini mengungkap perlunya pengembangan mekanisme CSR baru di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Tak hanya itu, studi ini juga harus bisa memberikan rekomendasi tentang cara-cara inovatif memperkenalkan CSR.   

Buku ini merupakan hasil dari proyek penelitian antara Universitas Brawijaya dari Indonesia dan Universitas Utrecht dari Belanda. Pemrakasa proyek ini adalah Dr. Afifah Kusumadara (Brawijaya) dan Dr. Tineke Lambooy (Utrecht). 

"Tujuan utama dari proyek dan buku ini adalah untuk meningkatkan interaksi antara penelitian dan pengajaran, juga antara penelitian dan masyarakat pada umumnya. Buku ini akan menyediakan materi pembelajaran CSR yang menarik di kedua negara, dan pada saat sama memberikan kontribusi lebih luas pada debat CSR dimana banyak perusahaan di Belanda dan Indonesia terlibat," kata Kusumadara kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Sementara itu, untuk hasil penelitian secara umum, Dr. Tineke Lambooy mengemukakan bahwa proyek ini telah mendorong kerjasama akademik antara kedua universitas di bidang CSR. Proyek ini juga telah menjadi inspirasi bagi peneliti muda di Universitas Brawijaya dan Utrecht.

"Mereka diuntungkan dengan adanya kesempatan untuk mempresentasikan makalah mereka dalam konferensi akademik yang diselenggarakan oleh Brawijaya," ujar Tineke.  

Kesamaan sistem hukum

Ikatan sejarah dan budaya, serta adanya kesamaan sistem hukum di kedua negara, kolaborasi antara universitas di Indonesia dan Belanda semakin banyak terbentuk, khususnya di bidang hukum. Universitas Utrecht, yang didirikan pada 1636, telah aktif di Indonesia untuk waktu yang lama.

Utrecht sendiri telah mempunyai perjanjian kerjasama dengan sepuluh fakultas hukum di universitas-universitas terkemuka di Indonesia. Salah satu mitra kerjasamanya adalah Uiversitas Brawijaya. Setiap tahun Utrecht menyelenggarakan pertemuan dengan para mitra kerjasamanya untuk mendiskusikan kelanjutan berbagai macam proyek.

Adapun Netherlands Education Support Office ( Nuffic Neso Indonesia) memfasilitasi kerjasama antara pendidikan tinggi di Indonesia dan di Belanda. Saat ini, menurut Mervin Bakker, Direktur Nuffic Neso Indonesia, ada peningkatan minat dari kedua belah pihak untuk bekerjasama.

"Meningkatnya jumlah universitas di Indonesia yang fokus pada internasionalisasi dan besarnya minat universitas Belanda terhadap Indonesia mengiring pada timbulnya kerjasama, sebagai contoh pertukaran staff atau pelajar, double/joint degrees dan penelitian," ujar Mervin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X