Dekan Fakultas Teknik Binus: Saya Bangga Lulusan Kami “Dipakai”!

Kompas.com - 19/07/2013, 11:21 WIB
Dekan Fakultas Teknik Bina Nusantara (Binus) University, Dr. Ho Hwi Chie, M. Sc. Binus UniversityDekan Fakultas Teknik Bina Nusantara (Binus) University, Dr. Ho Hwi Chie, M. Sc.
EditorLatief
KOMPAS.com - Demikian hal ini disampaikan Wiwik, panggilan akrab Dr. Ho Hwi Chie, M. Sc, Dekan Fakultas Teknik Bina Nusantara (Binus) University, saat ditemui Kompas.com di tempat kerjanya, Senin (15/7/2013).

"Kalau cuma cari nilai, kuliah di tempat lain saja. Di sini Anda dididik untuk menjadi tenaga kerja siap pakai," ungkap Wiwik bersemangat meski dengan suara serak akibat terserang flu. 

Nada suara dan gestur optimisnya sangat kental saat menjelaskan berbagai pertanyaan seputar tugas dan cita-citanya menjabat sebagai dekan Fakultas Teknik Binus University.
Tenaga siap pakai adalah lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik.

Wiwik menjelaskan, lulusan Fakultas Teknik Binus ditempa untuk memiliki karakter dan sikap yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik di pekerjaan, bisnis, maupun masyarakat. Melalui berbagai profesi yang menjadi pilihannya, dia harus mampu berkontribusi untuk tempat kerja, lingkungan, dan bangsanya.

Pendidikan karakter menjadi salah satu menu pokok dalam perkuliahan di Fakultas Teknik Binus. Untuk melengkapi materi yang sudah ada di dalam kurikulum, Wiwik menyarankan para dosennya untuk tak bosan menggugah rasa kepedulian sosial para mahasiswa lewat kegiatan berbagi pengalaman.

"Dosen-dosen kami sarankan untuk memulai dan menutup kegiatan kelas dengan sharing singkat tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi," ungkapnya.

Menurut Wiwik hal ini ditempuh sebagai bentuk pendekatan persuasif terbaik dalam menumbuhkan kesadaran dan tanggungjawab sebagai warga negara di kalangan mahasiswa zaman sekarang. Ia berharap, teknik pendekatan semacam ini sedikit demi sedikit menumbuhkan inisiatif, sportifitas, keinginan berbuat yang terbaik, dan rasa cinta terhadap bangsa.

Wiwik mengatakan, salah satu pendekatan keilmuan terhadap bentuk cinta bangsa ini diwujudkan dalam arahan kegiatan riset dosen dan mahasiswa. Arahan tersebut disesuaikan dengan agenda nasional dengan sedikit modifikasi dan pengembangan menurut pola pembelajaran yang diterapkan di Binus University.

"Roadmap penelitian kami saat ini mengarah pada sustainable technology. Kami mengajak mahasiswa untuk mendesain berbagai teknologi yang ramah lingkungan," ujarnya.

Wiwik mencontohkan beberapa pendekatan teknologi dari beberapa disiplin ilmu di fakutas teknik. Saat teknik elektro mengembangkan desain berbasis tenaga surya, teknologi industri berfokus pada masalah-masalah seputar peningkatan produktifitas dan efisiensi sumber daya. Sementara, teknik arsitektur berkonsentrasi menyelaraskan bangunan dengan daya dukung lingkungan.

Untuk mendorong pengembangan teknologi ramah lingkungan, Wiwik mengakui, institusi pendidikan membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah maupun kalangan industri. Berkaca dari meningkatnya kebutuhan lulusan teknik dalam lima tahun terakhir, serta berbagai kerjasama antara Binus dengan pemerintah maupun kalangan bisnis industri, Wiwik optimistis teknologi dapat memberi lebih banyak untuk kemajuan negeri ini. (Rob Januar)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X