Kompas.com - 26/08/2013, 13:54 WIB
Petugas kebersihan berusaha menarik sampah yang kebanyakan limbah rumah tangga yang mencemari dan menutup aliran Kali Sunter di samping Jalan Danau Sunter Barat, Jakarta, Selasa (12/2/2013). Perilaku warga yang masih membuang sampah di sungai selain berpotensi menyumbat aliran juga menurunkan kualitas air sungai karena tercemar beragam limbah.

KOMPAS/IWAN SETIYAWANPetugas kebersihan berusaha menarik sampah yang kebanyakan limbah rumah tangga yang mencemari dan menutup aliran Kali Sunter di samping Jalan Danau Sunter Barat, Jakarta, Selasa (12/2/2013). Perilaku warga yang masih membuang sampah di sungai selain berpotensi menyumbat aliran juga menurunkan kualitas air sungai karena tercemar beragam limbah.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa-siswi SMA dari enam negara, yaitu China, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia menerima penghargaan dari Aeon Asia Eco-Leaders, di Jakarta, Sabtu (24/8/2013). Penganugerahan itu diberikan setelah mereka mempelajari dan mendiskusikan usaha penanggulangan masalah yang dihadapi Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan.

Khusus untuk acara kali ini, Jakarta terpilih sebagai subyek studi kasus. Salah satu masalah utama harus dihadapi oleh Jakarta adalah menyangkut penanggulangan dan pengaturan sampah. Nantinya, ide-ide yang dikumpulkan dari diskusi tersebut akan diajukan ke Pemprov DKI Jakarta.

Para siswa SMA dari keenam negara tersebut saling berbaur membentuk sepuluh kelompok (Kelompok A hingga Kelompok J). Kelompok B keluar sebagai pemenang Aeon Asia Eco-Leader tahun ini, sementara Kelompok G menduduki posisi kedua, dan Kelompok I menduduki posisi ketiga. Dalam konferensi mendatang, pemenang utama berhak menghadiri kembali acara yang akan diadakan di antara tiga negara yaitu, China, Malaysia, atau Thailand.

"Ini adalah pola pikir adik-adik. Dalam hal ini, kita memang harus mendukung mereka. Seperti yang terakhir disampaikan, masa depan kita ini ada di tangan mereka," kata Sekretaris Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Joni Tagor.

Joni menekankan, di masa yang akan datang, mau tidak mau, masyarakat Jakarta harus turut serta mengelola sampah sebelum terjadi kerusakan alam lebih parah.

Adapun berdasarkan diskusi para siswa tersebut, ada beberapa hal harus diperhatikan dalam hal pengelolaan sampah. Pertama, kepedulian dan pendidikan seputar manajemen sampah sejak dini. Kedua, pengiklanan gerakan pengelolaan sampah. Ketiga, menciptakan cara-cara praktis rendah biaya agar mampu menjangkau masyarakat miskin. Keempat, merangkul pemerintah.

Ditemui seusai acara, perwakilan Kelompok B yang keluar sebagai pemenang AEON Eco-Leader, Khansaa' Ziz Fathima dari SMA Al-Azhar mengungkapkan keterkejutannya didapuk sebagai pemenang. Namun, Khansaa juga cukup yakin solusi yang ditawarkan kelompoknya memang tepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemarin kami melakukan penelitian selama tiga hari. Ada materi dari Dinas Kebersihan, perwakilan Menteri Lingkungan, dan kunjungan ke Bantar Gebang," tutur Khansaa.

"Yang paling penting dipahami adalah kesadaran dari diri tentang apa itu sampah. Sampah itu bisa berguna, tapi bisa membahayakan. Kita cari cara agar sampah itu bisa dipergunakan," tambahnya.

Khansaa juga menekankan pentingnya membangun kesadaran publik, menarik perhatian pemerintah, serta tindakan taktis mengelola sampah. Pasalnya, sekitar 5.500 ton sampah masuk Bantar Gebang setiap harinya. Tanpa ada penanganan yang tepat, akan sulit mengelola sampah dan meminimalkan dampak lingkungannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.