Kompas.com - 01/09/2013, 12:54 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Para mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang mendominasi fasilitas beasiswa dari pemerintah Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sejak tahun 2008 hingga 2013 tercatat sekitar 800 orang mahasiswa Indonesia memperoleh beasiswa untuk belajar di Negeri Sakura itu.

"Dari 3.760 orang total penerima beasiswa asal Indonesia di yang tersebar di seluruh dunia, sekitar 800 orang di antaranya studi di Jepang. Jumlah itu terbesar di antara mahasiswa penerima beasiswa Indonesia di berbagai negara," ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Jepang Iqbal Djawad saat memberikan materi pada Seminar Internasional III Six Universities Initiative Japan Indonesia (SUIJI) di Kochi University, Jepang, Kamis (29/8/2013) lalu.

Dalam keterangan pers, Iqbal menambahkan, setelah Jepang, negara kedua penerima beasiswa terbesar adalah Australia.

"Pemerintah Jepang membuka pintu seluas mungkin bagi mahasiswa Indonesia belajar di negaranya, mengingat tenaga-tenaga muda Indonesia diharapkan dapat menguasai teknologi menjelang ASEAN Community tahun 2015," kata Iqbal.

SUIJI adalah forum kerja sama yang beranggotakan tiga universitas di Indonesia (Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Hasanuddin) serta tiga universitas di Jepang (Kochi, Ehime, dan Kagawa University). Keenam perguruan tinggi ini setiap tahun melaksanakan pertemuan bergilir.

Pada tahun 2013 di Kochi University, selain berlangsung pertemuan Forum Rektor juga dihelat seminar mahasiswa KKN dari keenam perguruan tinggi anggota SUIJI yang dihadiri 73 mahasiswa, terdiri dari UGM (9 mahasiswa), IPB (14), Unhas (10), Ehime (21), Kagawa (11), dan Kochi (8).

President Kochi University Hiroshi Wakiguchi menyalami Wakil Rektor I Unhas Dadang Ahmad Suriamiharja yang mewakili Unhas pada acara serahterima tanggung jawab sebagai tuan rumah seminar itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin M Dahlan Abubakar yang hadir dalam seminar tersebut memaparkan, para perwakilan mahasiswa keenam universitas tersebut sepakat memulai pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Service Learning Program (SLP) sebagai kegiatan Konsorsium SUIJI dalam melaksanakan pembangunan pertanian berkelanjutan (Sustainable Agriculture Development) di bawah memorandum kesepakatan agenda kegiatan SUIJI.

Para mahasiswa KKN keenam perguruan tinggi masing-masing Nako Kobayashi (Ehime University), Kana Tanaka (Kagawa University), Yasuaki Mizaguchi (Kochi University), Mesalia Kriska (UGM), Silvia Sari Busnita (UGM) dan Dwi Ratna Sari (Unhas) membacakan hasil seminar Forum Mahasiswa yang mereka helat.

Forum sepakat membentuk organisasi kemahasiswaan guna memelihara hubungan dan kerja sama dengan masyarakat lokal. Para mahasiswa berusaha memahami kebutuhan masyarakat lokal. Para mahasiswa juga akan membuat akun faceboook untuk menangani informasi yang berkaitan kegiatan dari berbagai mahasiswa anggota SUIJI. Para anggota akan mengunjungi wilayah pedesaan secara periodik.

"Dirancang pula seminar berkaitan dengan Japan Development Program (JDP) dan Service Learning Program (SLP) sebagai media berbagi informasi dari berbagai mahasiswa," kata Dahlan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.