Aksara Ulu Didigitalisasi Tim Dosen Universitas Bengkulu

Kompas.com - 24/09/2013, 11:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — Aksara ulu atau kaganga yang digunakan dalam bahasa daerah di Sumatera bagian selatan didigitalisasikan oleh tim dosen dari Universitas Bengkulu. Harapannya, ini akan mempermudah upaya konservasi dan pembelajaran naskah ulu.

Salah seorang anggota tim dosen Universitas Bengkulu (Unib) yang juga pakar aksara ulu, Sarwit Sarwono, Selasa (24/9/2013), mengatakan, digitalisasi aksara ulu dimulai tahun 2001 dan selesai 2004.

Hasilnya berupa prototipe aksara ulu dalam bentuk hiperteks. Prototipe itu kini masih memerlukan penyempurnaan.

“Hasil konkret penelitian kami adalah kita bisa mengetik aksara ulu dalam keyboard komputer. Aksara ulu dari berbagai daerah seperti Pasemah, Rejang, Serawai, Kerinci, dan Lampung sudah bisa masuk dalam daftar jenis huruf atau font dalam komputer,” kata Sarwit.

Sarwit menerangkan, digitalisasi aksara ulu dimulai dengan mengidentifikasi huruf-huruf yang ada di dalam naskah ulu asli termasuk semua sandangan atau tanda bacanya. Setiap huruf dan sandangan itu diukur dan dibuatkan bidang geometrisnya sebelum kemudian digambar.

Salah satu anggota tim digitalisasi aksara ulu dari Fakultas Teknik Unib, Boko Susilo, menambahkan, karena aksara ulu beserta sandangannya sangat banyak, tombol yang ada dalam keyboard tidak cukup untuk mewakili semua aksara ulu yang ada.

Akhirnya ada aksara ulu baru muncul di layar komputer setelah kita menekan dua tombol atau lebih.

Digitalisasi aksara ulu tersebut, ujar Sarwono, dilatarbelakangi oleh keinginan untuk bisa mereproduksi naskah kuno ulu yang ada di Bengkulu. Naskah ulu di Bengkulu yang mayoritas ditulis pada bambu sangat rentan rusak jika terlalu sering dipegang atau dipinjam bahkan untuk keperluan riset sekalipun.

Jika naskah yang umurnya ratusan tahun itu sudah disalin maka salinan naskah itu bisa diakses, dibawa ke mana saja, serta dapat diakses siapa pun dan di manapun dengan leluasa. “Kalau menyalin naskahnya dilakukan hanya dengan memotretnya akan sulit karena media penulisaannya bambu yang tidak datar,” ujar Sarwit.

Menulis aksara ulu dalam komputer juga akan memudahkan dosen atau guru yang mengajar aksara ulu atau bahasa kaganga. Hasil digitalisasi aksara ulu tersebut kemudian dikembangkan ke dalam beberapa inovasi baru oleh mahasiswa tingkat sarjana di Unib.

Salah satunya ialah media pembelajaran aksara ulu untuk siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang dibuat oleh mahasiswa Teknik Informatika Unib Gita Agriani Kasel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X