Protes Jusuf Kalla, Konvensi UN Diwarnai Aksi "Walk Out"

Kompas.com - 26/09/2013, 14:52 WIB
Sekjen FSGI Retno Listyarti saat menyampaikan protes dalam acara Konvensi Ujian Nasional di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (26/9/2013). KOMPAS.com/Indra AkuntonoSekjen FSGI Retno Listyarti saat menyampaikan protes dalam acara Konvensi Ujian Nasional di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelaran Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (26/9/2013), diwarnai aksi walk out oleh beberapa peserta. Acara konvensi dinilai tak berimbang karena komposisi narasumber yang dihadirkan dianggap tak proporsional.

Salah satu peserta konvensi yang walk out adalah Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti. Ia bersama beberapa rekannya keluar meninggalkan ruang konvensi setelah sebelumnya menyampaikan protes untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh yang duduk di depan didampingi oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir sebagai narasumber.

"Saya walk out karena undangan sudah tak seimbang antara yang pro dan kontra, lebih banyak yang pro. Sudah ketahuan hasil akhirnya apa," kata Retno, sesaat sebelum meninggalkan ruangan.

Lebih jauh, Retno juga menyayangkan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengundang Jusuf Kalla sebagai pembicara kunci. Menurutnya, Kalla merupakan seorang politisi dan tak kompeten melakukan kajian terhadap UN secara akademik.

Menurut Retno, Kalla telah meremehkan banyaknya persoalan dalam pelaksanaan UN karena hanya menyoroti dua masalah dalam UN, yaitu mengenai pengadaan soal dan komposisi penentuan kelulusan.

"Kalau UN ini kajiannya akademik, lantas mengapa pembicara kuncinya bukan akademisi? Kok malah politisi? Apa yang dinyatakan Jusuf Kalla menyesatkan" ujarnya.

Menanggapi itu, Jusuf Kalla hanya tertawa. Melalui pengeras suara ia sampaikan bahwa pernyataan Retno tak perlu dijawab karena pergi meninggalkan ruangan tanpa mau mendengarkan penjelasannya.

"Tidak usah dijawab ya, soalnya sudah keluar," kata Jusuf Kalla disambut tepuk riuh ratusan peserta Konvensi UN.

Mendikbud Mohammad Nuh yang duduk persis di sisi Jusuf Kalla juga ikut menanggapi. Ia meminta semua peserta konvensi menjaga etika selama mengikuti acara.

"Kalau mau bertanya, sampaikan dengan baik, dengarkan jawabannya," kata Nuh.

Konvensi UN sudah lama dirancang oleh Kemdikbud. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 dan 27 September 2013 ini menghadirkan para pegiat pendidikan untuk bersama-sama menentukan format UN yang terbaik pada pelaksanaan UN tahun ajaran ini.

Kemdikbud sudah menggelar Pra-Konvensi UN di tiga kota di Indonesia, yakni Denpasar, Medan, dan Makassar. Ketiga kota itu dipilih dimaksudkan untuk mewakili Indonesia bagian tengah, Indonesia bagian barat, serta Indonesia bagian timur. Pra-Konvensi dari masing-masing daerah membawa usulan manajemen UN, terutama tentang persentase nilai kelulusan. Diusulkan juga masalah pencetakan serta distribusi soal UN, apakah akan dipusatkan atau dilaksanakan di masing-masing provinsi.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X