Kompas.com - 27/09/2013, 13:39 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengintervensi sekolah-sekolah yang mendapat nilai Ujian Nasional (UN) rendah. Hal tersebut disampaikan Wamendikbud Musliar Kasim, saat menutup Konvensi UN di Kantor Kemendikbud Jakarta, Jumat (27/9/2013).

"Nantinya sekolah-sekolah SD, SMP dan SMA yang mendapatkan nilai (UN) terendah akan kita lakukan intervensi," kata Musliar.

Menurutnya, intervensi tersebut akan diawali dengan mengecek keadaan belajar mengajar di sekolah tersebut. Misalnya, jika setelah dilakukan pengecekan diketahui suatu sekolah kekurangan guru, maka guru di sekolah tersebut akan ditambah. Namun, jika diketahui kalau jumlah guru di sekolah tersebut sudah memadai, maka akan dicari lagi penyebab lainnya. Dengan demikian, akar masalah utamanya dapat terselesaikan.

"Kalau jumlah gurunya ternyata cukup, maka kita analisis lagi, mungkin kompetensi gurunya yang kurang. Bisa kita berikan pelatihan," lanjut Musliar.

Dengan melakukan intervensi, Musliar berharap dapat memperbaiki kualitas sekolah-sekolah yang mendapatkan nilai UN rendah tersebut. Konvensi UN dirancang oleh Kemendikbud. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 26-27 September 2013 ini menghadirkan para pegiat pendidikan untuk bersama-sama menentukan format UN yang terbaik pada pelaksanaan UN tahun ajaran ini.

Kemendikbud sudah menggelar Pra- Konvensi UN di tiga kota di Indonesia, yakni Denpasar, Medan, dan Makassar. Ketiga kota itu dipilih dimaksudkan untuk mewakili Indonesia bagian tengah, Indonesia bagian barat, serta Indonesia bagian timur. Pra-Konvensi dari masing-masing daerah membawa usulan manajemen UN, terutama tentang persentase nilai kelulusan. Diusulkan juga masalah pencetakan serta distribusi soal UN, apakah akan dipusatkan atau dilaksanakan di masing-masing provinsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.