STAIN Pamekasan, Pengelola Keuangan Terbaik se-Jatim

Kompas.com - 01/10/2013, 09:25 WIB
Hasil audit BPK STAIN Pamekasan, menempatkan STAIN Pamekasan berada di posisi terbaik se Indonesia. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANHasil audit BPK STAIN Pamekasan, menempatkan STAIN Pamekasan berada di posisi terbaik se Indonesia.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, berhasil mengalahkan kampus islam negeri lainnya di Jawa Timur, dalam hal pengelolaan keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Tahun 2013 ini, STAIN Pamekasan menempati posisi delapan besar dan menjadi satu-satunya kampus Islam negeri di Jawa Timur yang dinyatakan tidak bermasalah dalam pengelolaan keuangan.

Hal itu berdasarkan audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektur Jenderal Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Kementrian Agama Republik Indonesia tahun 2013.

Audit BPK dan Irjen PTAIN Kemenag RI di STAIN Pamekasan dilaksanakan selama 25 hari secara maraton dan bergantian oleh 13 auditor.

Ketua II STAIN Pamekasan, Ahmad Muhlis, kepada Kompas.com, Selasa (1/10/2013) mengatakan uang yang diaudit oleh BPK sebesar Rp. 26.225.573.000, sejak awal tahun 2013 lalu. Uang itu dikelola meliputi tiga sudut pandang, pertama stakeholder yang berkaitan terwujudnya visi, hal yang harus dikerjakan untuk memuaskan pelanggan dalam hal ini dosen, karyawan dan mahasiswa.

Kedua, perspektif keuangan berkaitan dengan efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran, termasuk di dalamnya ada pemberian tunjangan sertifikasi kepada dosen. Ketiga perspektif internal proses yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan stakeholder.

Keempat perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang berkaitan dengan perubahan serta peningkatan kemampuan SDM. "Penilaian BPK memang tidak 100 persen kita penuhi, namun dari keuangan negara yang kami kelola tidak ada pengembalian yang menjadi tanggungan STAIN Pamekasan. Artinya Rp. 0 yang harus kami kembalikan," kata Muhlis.

Ditambahkan Muhlis, terkadang di internal STAIN Pamekasan secara teknis dan prosedur mengalami kesulitan dalam hal pengelolaan keuangan. Namun kesulitan itu tidak diselesaikan secara sepihak, melainkan berkonsultasi dengan BPK dan Irjen PTAIN Kemenag RI.

Hal itu demi menghindari adanya kekeliruan dalam penggunaan uang negara. "Kami tidak segan-segan bertanya kepada BPK ataupun Irjen. Sebab hal itu merupakan sebuah kewajiban bagi kami untuk tidak terjerumus dalam persoalan keuangan di kemudian hari," imbuhnya.

Nilai hasil audit BPK dan Irjen PTAIN Kemenag RI di 20 satuan kerja (Satker) tahun ini masing masing, Kanwil Kemenag Provinsi Bali 95, 10, STAIN Bengkulu 89,96, Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Sentani Jayapura 89,85, Kanwil Kemenag Kalimantan Timur 89,02, STAIN Al Fatah Jayapura 88,98, Institut Agama Islam Negeri (STAIN) Sulthan Thaha Jambi 86,67, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta 83,72, dan STAIN Pamekasan 81,74.

"Hasil ini merupakan tantangan bagi kami ke depan untuk menjadi yang terbaik. Tentunya butuh peningkatan semua elemen di kampus ini, baik dosen, karyawan dan mahasiswa," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X