Kompas.com - 07/10/2013, 08:30 WIB
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Festival Gerakan Indonesia Mengajar yang dilaksanakan selama dua hari, mulai Sabtu (5/10/2013) hingga Minggu (6/10/2013) kemarin, sebetulnya bukan sebuah pameran, konferensi, seminar maupun workshop. Di festival ini, para relawan kerja bakti dapat mencoba sepuluh wahana untuk berbagi kepada para murid, guru, dan kepala sekolah SD di daerah-daerah.

Wahana-wahana itu terbilang unik. Hanya dengan membayar iuran sebesar Rp 45ribu, seorang relawan dapat mencoba semua wahana yang ada. Apabila sudah mendaftar secara online maupun di lokasi festival, relawan akan mendapatkan sebuah buku saku beserta aneka stiker beragam motif, mulai yang bergambar lilin, cinta, like, dan smile.

Begitu masuk area, seorang relawan akan terlebih dahulu masuk ke sebuah ruangan persegi dan gelap. Berisi sebuah layar LCD, ruangan ini dinamakan dengan Kelas Orientasi. Di kelas ini, pengunjung dipertontonkan sebuah video mengenai kegiatan Indonesia Mengajar. Setelah itu, para relawan kerja bakti dituntun untuk mengunjungi wahana pertama.

Kebetulan, saat Kompas.com mencoba, wahana pertama adalah Surat Semangat untuk siswa-siswi di 126 SD di 17 kabupaten. Di wahana ini, relawan bisa membagi motivasi melalui cerita inspiratif yang dituangkan dalam sepucuk surat. Sepucuk kisah dari para relawan dapat menjadi suntikan semangat bagi anak-anak dan para pejuang pendidikan di sana.

Koordinator Sosialisasi Festival Gerakan Indonesia Mengajar Raissa Almanda mengatakan, di surat semangat itu, Anda misalnya, sebagai relawan akan menulis nama Anda. Setelah itu, surat tersebut akan dikirim langsung kepada anak-anak yang menjadi siswa di 126 SD.

Selain Surat Semangat, ada juga wahana Surat Semangat khusus untuk para pendidik, guru, dan kepala sekolah.

"Nanti, kita juga akan mendapat surat balasan dari mereka di sana," kata Raissa kepada Kompas.com, Minggu (6/10/2013)

Setelah mengirim Surat Semangat, wahana lain yang menarik untuk dikunjungi adalah wahana Kotak Cakrawala. Kotak Cakrawala merupakan wahana memilih, mengemas, dan mengirim buku-buku untuk dikirimkan ke rumah belajar di seluruh penjuru nusantara.

Raissa menjelaskan, di wahana ini para relawan kerja bakti sendirilah yang akan mensortir dan mengemas buku. Buku-buku itu pun sudah didesain sesuai kebutuhan para Pengajar Muda dan siswa-siswi di SD daerah, seperti buku dasar pegangan guru, atlas, maupun kamus. Dalam satu minggu, sudah sebanyak 60 ribu buku terkumpul di Kotak Cakrawala ini.

"Nanti, di buku itu juga akan ditulis nama pengirimnya, yaitu nama kita. Bukan atas nama Indonesia Mengajar," ujar Raissa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.