Arief dan Kris, Pendiri Lembaga Kursus ISP Cruiseship and Hotel School Solo

Kompas.com - 23/10/2013, 18:30 WIB
Arief Nuryana (empat dari kanan) Kristianto Nurharjanto (tiga dari kanan) bersama para siswa ISP.
Dok KemdikbudArief Nuryana (empat dari kanan) Kristianto Nurharjanto (tiga dari kanan) bersama para siswa ISP.
EditorLatief
KOMPAS.com - Mengantongi gaji Rp 40 juta per bulan tidak lantas membuat Arief Nuryana puas. Holland American Line, sebuah perusahaan kapal pesiar yang telah membawanya mengarungi 300 kota di dunia, ditinggalkannya. Kini, bersama Kristianto Nurharjanto, ia mendedikasikan diri mengembangkan Lembaga Kursus ISP Cruiseship and Hotel School Solo. 

Kertas A4 berkelir putih pucat itu sangat ringkas. Namun, isinya begitu penting, bukti kepemilikan lahan seluas 1.000 meter persegi di tepi jalan Temanggung.

Arief Nuryana pun tertegun melihat lembaran yang disodorkan padanya itu. Pemilik surat berharga tersebut adalah peserta didik ISP angkatan pertama.

"Begitu lulus, dia langsung kerja di kapal pesiar. Lantas, kini dia bisa membeli tanah, rumah, dan memberangkatkan orangtuanya naik haji," ucap Arief, mengenang keberhasilan anak didik ISP.

Dok Kemdikbud Arief Nuryana (kanan) bersama para siswa ISP.
Kini, banyak lulusan lembaganya yang berhasil meningkatkan ekonomi keluarga, dengan bekerja di kapal pesiar dan hotel berbintang di luar negeri.

"Bahkan ada yang datang ke sini bawa Harley Davidson," ucap Arief sumringah.

Keberhasilan para peserta didiklah yang melecut semangatnya mengembangkan kursus kapal pesiar dan perhotelan di Solo hingga kini. Berdiri pada 11 September 2009, ISP bermula hanya dengan 3 orang peserta didik. Namun, kondisi ini justru menantang Arief mengembangkan lembaga yang telah dirintisnya itu.

Pria yang lebih dari dua dekade bekerja di kapal pesiar itu, bertekad memastikan anak didiknya berhasil. Berbekal pengalaman dan jejaring, ia mampu menyalurkan anak didiknya ke perusahaan kapal pesiar di luar negeri.

Informasi tersebut bergulir dari mulut ke mulut. Saat kembali ke Solo, alumni ISP tidak hanya membawa pundi-pundi dolar, tetapi juga cerita dan pengalaman yang dibagi kepada teman-teman. Alhasil, banyak yang tertarik mengikuti jejak alumni ISP yang telah bekerja di luar negeri. Perlahan namun pasti, jumlah murid Arief pun terus bertambah hingga mencapai lebih dari 200 orang per tahun.

Berawal dari keprihatinan

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X