Mengejar Kisah Kembalinya Datsun ke Dunia Otomotif....

Kompas.com - 13/02/2014, 17:25 WIB
Di acara CMO Chat with Nissan Motor Indonesia, Senin (10/2/2014) lalu di Kampus BINUS Senayan, Binus Business School menghadirkan Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia, untuk membagikan ilmunya tentang pemasaran dan cara pemasaran kreatif diciptakan dengan memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada. Dok Binus Business SchoolDi acara CMO Chat with Nissan Motor Indonesia, Senin (10/2/2014) lalu di Kampus BINUS Senayan, Binus Business School menghadirkan Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia, untuk membagikan ilmunya tentang pemasaran dan cara pemasaran kreatif diciptakan dengan memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Format knowledge-sharing oleh pelaku bisnis masih menjadi salah satu metode pembelajaran yang diterapkan Binus Business School untuk mendukung pembelajaran di perguruan tinggi tersebut. Binus menghadirkan Chief Marketing Officer atau top level management dari perusahaan multinasional maupun internasional untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat mengenai dunia marketing untuk diterapkan di bidang kerja masing-masing pesertanya.

Seperti pada Senin (10/2/2014) lalu di acara CMO Chat with Nissan Motor Indonesia di Kampus BINUS Senayan, The Joseph Wibowo Center, Binus Business School menghadirkan Indriani Hadiwidjaja, Head of Datsun Indonesia, untuk membagikan ilmunya tentang pemasaran dan bagaimana sebuah pemasaran kreatif dapat diciptakan dengan memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada. Indirani mengatakan, pemasaran kreatif dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin majemuk dan modern.

"Sekarang ini, Datsun kembali ke dunia otomotif dengan sebuah breakthrough yang mengarah pada kesan young, stylish, modern, energetic dan fresh setelah namanya secara kontroversial dinonaktifkan dan diganti menjadi Nissan pada 1980-an," kata Indriani.

Indriani menjelaskan, kembalinya Datsun ke dunia otomotif adalah untuk mendukung Nissan, dalam artian bahwa dengan desain yang agresif dan teknologi otomotif yang dipercaya dari Jepang, Datsun kembali hadir untuk siap digandrungi. 

"Terutama untuk kaum muda yang mendapat julukan riser, karena watak mereka dinamis, optimistis, dan memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Sementara Nissan akan lebih dikhususkan kepada para profesional dan eksekutif mengingat reputasi Nissan itu sendiri dibarengi desain yang comfort dan teknologi otomotif yang sudah lebih tinggi. Maka, tidak salah jika dikatakan kalau Datsun adalah DNA-nya Nissan," papar Indirani.

Dalam sejarahnya, Datsun tercatat sukses di Amerika dan Jepang sejak awal produksinya pada tahun 1931. Sekarang ini, kata Indriani, adalah momentum "comeback" bagi Datsun sehingga pabrikan ini bertekad menembus pasar otomotif Afrika Selatan, India, Rusia dan Indonesia. 

"Di Indonesia, culture-nya adalah orang muda tertarik dengan harga-harga yang atraktif jika berbicara soal mobil," ujar Indriani sambil mengatakan bahwa mobil murah Datsun yang akan segera dipasarkan di Indonesia adalah Datsun GO dan GO+. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X