Kompas.com - 17/02/2014, 14:35 WIB
Anggito Abimanyu (paling kanan) mundur dari UGM setelah dituduh menjiplak artikel orang lain dalam tulisannya mengenai Asuransi Bencana yang dimuat Kompas, 10 Februari 2014. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOAnggito Abimanyu (paling kanan) mundur dari UGM setelah dituduh menjiplak artikel orang lain dalam tulisannya mengenai Asuransi Bencana yang dimuat Kompas, 10 Februari 2014.
EditorTri Wahono

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 — Ekonom dari Universitas Gadjah Mada, Anggito Abimanyu, mengundurkan diri dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (17/2/2014). 

Selain menjabat Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia, selama ini Anggito adalah dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM.

Pengumuman pengunduran diri disampaikan dalam keterangan pers di University Club UGM, Yogyakarta, Senin siang. Dalam acara itu, Anggito didampingi oleh Rektor UGM Pratikno.

"Pengunduran diri saya dari UGM terkait artikel saya yang dimuat di Kompas di mana terdapat kesalahan pengutipan referensi dalam sebuah folder di komputer pribadi," ujar Anggito.

Anggito mundur setelah dituduh menjiplak karya tulis orang lain dalam tulisannya berjudul "Gagasan Asuransi Bencana" yang dimuat di Harian Kompas pada 10 Februari lalu.

Seorang penulis di Kompasiana dengan akun "Penulis UGM" mengungkap kesamaan tulisan Anggito dengan tulisan opini serupa yang tayang lebih dulu dalam tulisan "Anggito Abimanyu Menjiplak Artikel Orang?".

Opini tulisan Anggito berjudul "Gagasan Asuransi Bencana" dinilai menjiplak karya Hatbonar Sinaga berjudul "Menggagas Asuransi Bencana" yang dimuat di Kompas, 21 Juli 2006. Sebagian besar kalimat dalam paragraf nyaris sama.

Saat dikonfrimasi melalui pesan singkat SMS, Minggu (16/2/2014) malam, Anggito membantah melakukan plagiat. Dia menyebut ada semacam kesalahan pengiriman file dalam tulisannya dan itu adalah fatal.

"Tidak ada plagiat, itu salah kirim file, tetapi fatal," kata Anggito.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anggito tampaknya serius menyikapi persoalan itu. Oleh karena itu, hari ini, Senin (17/2/2014), Anggito secara khusus datang ke UGM untuk memberikan penjelasan kepada para sivitas akademika UGM untuk mengklarifikasi tuduhan plagiat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.