Kompas.com - 20/02/2014, 08:25 WIB
Petugas membantu membacakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk Maryana (22, tengah), penderita low vision, di Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (12/6/2012). Maryana mengeluhkan tidak adanya penambahan waktu pengerjaan soal untuk calon mahasiswa berkebutuhan khusus sehingga dia hanya mampu mengerjakan kurang dari separuh dari total 75 butir soal yang harus dikerjakan. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOPetugas membantu membacakan soal Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk Maryana (22, tengah), penderita low vision, di Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (12/6/2012). Maryana mengeluhkan tidak adanya penambahan waktu pengerjaan soal untuk calon mahasiswa berkebutuhan khusus sehingga dia hanya mampu mengerjakan kurang dari separuh dari total 75 butir soal yang harus dikerjakan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
JEMBER, KOMPAS.com — Ribuan siswa sekolah menengah atas (SMA) sederajat di empat kabupaten terancam tidak bisa mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014.

Sebab, mereka belum memasukkan data siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Siswa tersebut berasal dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso.

"Padahal, pendaftaran SNMPTN secara online telah resmi dibuka sejak Senin (17/2/2014). Namun, sayangnya, sebanyak 69 SMA sederajat yang berada di wilayah kerja Universitas Jember belum menyelesaikan input Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)," kata Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember, Jawa Timur, Agung Purwanto, Rabu (19/2/2014) kemarin.

Purwanto menambahkan, proses pengisian PDSS sudah bisa dilakukan sejak 6 Januari lalu dan akan berakhir pada 6 Maret mendatang.

"Ini sungguh disayangkan sebab sekolah yang belum mengisi siswanya tidak dapat mengikuti SNMPTN. Padahal, proses pengisian itu gratis," cetus Purwanto.

Purwanto mengingatkan, bisa atau tidaknya siswa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) tergantung keaktifan sekolah untuk memasukkan data siswanya ke PDSS. Sebab, dalam proses SNMPTN, yang diseleksi merupakan data siswa yang diunggah di PDSS.

" Sebanyak 69 sekolah yang yang belum mendaftar itu sebenarnya sudah memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang menjadi prasyarat bagi sekolah untuk bisa mendaftarkan siswanya ke PDSS," papar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Purwanto lantas meminta kepada sekolah untuk segera menyelesaikan input data siswanya ke PPDS. "Ini masih ada waktu, tolong segera diselesaikan," ucapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.