StuNed Cari Pelajar Terbaik, Bukan yang Iseng-iseng Berhadiah....

Kompas.com - 27/02/2014, 13:07 WIB
Batas waktu aplikasi beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland untuk jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara itu, batas aplikasi untuk Short Course sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October. www.shutterstock.comBatas waktu aplikasi beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland untuk jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara itu, batas aplikasi untuk Short Course sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Prioritas meraih beasiwa StuNed atau Studeren in Nederland memang diberikan untuk staf mitra kerja Kedutaan Besar Belanda dan tidak ada batas umur untuk pelamar. Namun, perlu dijadikan catatan, bahwa pelajar yang terpilih harus memiliki potensi memberikan kontribusi untuk pembangunan Indonesia dan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda.

"Kegagalan umumnya karena tidak memenuhi persyaratan, seperti aplikasi yang tidak lengkap, nilai TOEFL atau IELTS yang rendah, IPK tidak mencukupi, serta tidak ada letter of acceptance dari universitas di Belanda," ujar Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/2/2014) pekan lalu.

Untuk tahun ini, batas waktu aplikasi beasiswa StuNed atau Studeren in Nederland untuk jenjang master hanya sampai 15 Maret 2014. Sementara itu, batas aplikasi untuk Short Course sampai 1 Maret & 1 September, dan untuk Short Course di Belanda sampai 1 Maret & 1 October. Panitia seleksi StuNed akan memilih pelajar Indonesia terbaik yang berhak meraih beasiswa ini (Baca:
Asyik... Beasiswa StuNed Terbuka untuk Semua Profesional Muda!).

"Intinya, sangat kelihatan aplikasi yang hanya iseng-iseng berhadiah dan punya yang ‘drive’ tinggi. Harus jelas apa keinginan mereka, seperti apa masa depan mereka bayangkan, apa yang bisa mereka kontribusikan untuk negara sepulangnya dari Belanda nanti," kata Indy. 

Indy menuturkan, StuNed merupakan program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career profesional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia. Program ini digulirkan sebagai bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada 2015.

Kerangka kerja sama bilateral antara Belanda dengan Indonesia itu tercantum dalam MultiAnnual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki lima bidang prioritas. Kelima bidang itu meliputi manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut, program beasiswa StuNed memiliki tujuan untuk membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia.

Melalui program beasiswa ini, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application (Baca: Kenapa Gagal Meraih StuNed? Simak Syaratnya!).

"Beasiswa StuNed terbuka untuk semua profesional muda Indonesia yang berprestasi. Lewat program beasiswa ini para pelajar Indonesia bisa mengambil studi S-2 atau kursus singkat di Belanda," kata Indy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X