Mendikbud "Pamit" di Rembuknas 2014

Kompas.com - 07/03/2014, 15:28 WIB
Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014 akan membahas evaluasi kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama 2010-2014 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta pemantapan kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah di Indonesia.
Dok KemendikbudMendikbud Mohammad Nuh mengatakan, Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014 akan membahas evaluasi kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama 2010-2014 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta pemantapan kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara menyeluruh di sekolah-sekolah di Indonesia.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menutup pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (7/3/2014). Dalam penutupan tersebut, Mendikbud sekaligus mengucapkan "pamit" kepada hadirin peserta rembuknas.

"Saya pamit dari forum rembuknas ini karena mungkin ini kali terakhir saya mengikuti rembuknas," ujarnya pada sambutan penutupan Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan 2014, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat.

Hal itu, menurut Nuh, karena dirinya kemungkinan akan mengakhiri masa baktinya sebagai Mendikbud pada Oktober mendatang. Nuh juga mengucapkan terima kasih kepada hadirin karena tetap setia mengikuti kegiatan yang dilakukan selama dua hari, Kamis dan Jumat (6-7/3/2014) itu.

"Biasanya kumpul nasional hari-hari berikutnya sudah sedikit. Kalau sampai bertahan sampai 50 persen saja luar biasa," katanya.

Nuh juga berterima kasih atas pikiran dan kritik, serta pantauan di lapangan dan bermacam alternatif solusi yang bermanfaat dari para peserta sebagian besar adalah kepala dinas dari kabupaten/kota. Rembuknas 2014 menghasilkan beberapa keputusan dalam bidang pendidikan yang terbagi menjadi delapan komisi. Komisi I mengenai pemulaian pendidikan anak usia dini di berbagai daerah.

Sementara itu, Komisi II menghasilkan keputusan mengenai implementasi Kurikulum 2013 yang terkait pengadaan buku. Komisi III masih mengenai implementasi Kurikulum 2013 terkait strategi pelatihan kepada guru.

"Kurikulum 2013 ini sekaligus momentum peningkatan kapasitas dan profesionalitas guru yang diharapkan bisa meningkatkan karier dan kesejahteraan guru itu sendiri," kata Nuh.

Adapun Komisi IV membahas pelaksanaan Ujian Nasional (UN), kemungkinan masalah yang terjadi, serta rencana ujian terintegrasi dengan komputer. Komisi V mengenai pengembangan perguruan tinggi yang menitikberatkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT).

Sementara Komisi VI mengenai kebijakan pengembangan bahasa yang menitikberatkan pada penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan serta pelestarian bahasa daerah. Komisi VII mengenai kebijakan kebudayaan menyangkut pelestarian cagar budaya, situs, dan revitalisasi taman budaya. Serta yang terakhir Komisi VIII mengenai kebijakan tata kelola pandidikan, termasuk di dalamnya membicarakan tentang pameran buku di Eropa.

"Jangan sampai ada anak tidak mampu tak bisa sekolah," katanya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X