Kemendikbud Canangkan Revitalisasi Taman dan Rumah Budaya

Kompas.com - 07/03/2014, 16:51 WIB
Penari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPenari beristirahat usai mennggelar pentas di Plaza Wisnu di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bukit Ungasan, Bali, Kamis (22/8/2013). Nantinya di tempat tersebut akan dibangun monumen GWK yang memiliki ketinggian 126 meter dengan lebar 64 meter.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) mencanangkan rencana merevitalisasi taman-taman budaya di Indonesia. Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti, mengatakan bahwa sebelumnya telah ada 25 taman budaya yang tersebar di seluruh provinsi.

Adapun taman budaya tersebut akan dijadikan sebagai tempat berkreasi dan beraktifitas. Taman-taman budaya itu akan berbentuk kompleks bangunan yang bisa digunakan masyarakat untuk melakukan segala kegiatan bersifat kebudayaan.

"Masyarakat bisa melakukan apa saja dalam konteks kebudayaan. Taman budaya kalau di Yogyakarta contohnya, bisa dipakai untuk pameran lukisan," ujar Wiendu usai penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Untuk memanfaatkan taman budaya itu, lanjut Wiendu, masyarakat tidak akan dipungut iuran. Dia menambahkan, hal itu merupakan rancangan yang dibuat pemerintah dan bisa dimanfaatkan secara luas, terbuka, dan tanpa dipungut biaya.

Selain taman budaya, Kemendikbud juga mengembangkan Rumah Budaya Nusantara. Konsepnya hampir serupa dengan taman budaya. Hanya, rumah budaya ini akan digunakan untuk memfasilitasi perkembangan dari cikal bakal kebudayaan masyarakat yang telah ada sehingga keberadaannya akan mencapai pelosok-pelosok desa.

"Rumah budaya itu harus dimulai dari suatu masyarakat. Jadi, sudah ada embrio kebudayaan. Misalnya, satu kampung sudah memiliki kegiatan kebudayaan, kemudian mereka kami sediakan fasilitasnya dengan membangun rumah budaya ini," jelas Wiendu.

Menurut Wiendu, saat ini telah dibangun dua rumah budaya di tiap-tiap provinsi. Dengan demikian, dia mengatakan, sekarang telah ada 68 rumah budaya yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. secara luas, terbuka, dan tidak dipungut biaya.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X