Mendikbud: Jangan Gunakan Aset Pendidikan untuk Kepentingan Politik!

Kompas.com - 07/03/2014, 18:18 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh KOMPAS. com/Indra AkuntonoMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Masa kampanye pemilihan umum mulai bergulir tak kurang dari dua pekan ke depan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh mengimbau semua instansi pendidikan untuk selalu menjaga netralitas agar tak terjebak ke dalam politik praktis.

Imbauan tersebut disampaikan Nuh pada sambutan penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (7/3/2014). Dalam acara itu hadir pejabat Kemendikbud dan kepala-kepala dinas pendidikan dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

"Tolong, dijaga betul netralitas, karena bisa jadi pada saat seperti itu ada yang melakukan politik kotor," kata Nuh.

Selain itu, Mendikbud menegaskan, tidak dibenarkan menggunakan aset ataupun fasilitas pendidikan sebagai sarana kampanye partai politik.

"Saya hanya ingin pesan, tentang aset atau fasilitas pendidikan dan keagamaan tidak boleh dipakai untuk kepentingan politik," ujarnya.

Nuh juga menyampaikan imbauan kepada para pejabat pemerintahan di daerah agar menjaga keamanan fisik, termasuk di antaranya gedung-gedung untuk pendidikan. Meski demikian, bukan berarti instansi pendidikan tidak berhak terlibat pemilu. Menurut Nuh, melek pemilu adalah sangat penting, apalagi bagi mahasiswa dan pelajar.

"Mahasiswa dan pelajar perlu mendapat informasi tentang proses pemilu," katanya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X