Kompas.com - 15/03/2014, 12:26 WIB
Siswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013). Ujian hari pertama yang diikuti 119.958 siswa se-Sulsel itu masih diwarnai sejumlah persoalan, seperti sekolah kekurangan naskah soal dan adanya pertanyaan ganda dalam mata pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.

KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPSiswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013). Ujian hari pertama yang diikuti 119.958 siswa se-Sulsel itu masih diwarnai sejumlah persoalan, seperti sekolah kekurangan naskah soal dan adanya pertanyaan ganda dalam mata pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, mengatakan bahwa Ujian Nasional (UN) 2014 untuk tingkat SMA/MA akan terintegrasi dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi banyak memiliki andil dalam pelaksanaan UN, termasuk pada komposisi soal di dalam naskah ujian, pengawasan proses pencetakan naskah, hingga pengawasan pada pelaksanaannya nanti.

"Sebanyak 25 persen naskah soal UN hampir mirip dengan perguruan tinggi," kata Musliar kepada Kompas.com, Jumat (14/3/2014).

Musliar mengatakan, jika siswa mampu mengerjakan soal yang hampir mirip dengan soal perguruan tinggi tersebut, siswa dianggap bisa masuk universitas. Nantinya, hasil UN juga menjadi bahan pertimbangan untuk seleksi masuk perguruan tinggi.

Terintegrasinya UN dengan perguruan tinggi, lanjut Musliar, merupakan salah satu peningkatan azas manfaat yang menjadi tujuan pelaksanaan UN 2014. Hal itu sebagaimana tertuang dalam "Rapat Koordinasi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2013-2014" pada akhir Februari 2014 lalu.

Musliar juga menekankan, bahwa pada UN tahun ini peran perguruan tinggi dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) akan lebih ditingkatkan. Dia mengatakan, pengamanan dan pengawasan mulai dari proses pencetakan hingga pelaksanaan ujian semakin diperkuat.

Sementara itu, ditemui pada kesempatan berbeda, Plt Puspendik Kemendikbud, Nizam, mengatakan pada UN tahun ini perguruan tinggi akan ditekankan pada peran sistem pengawasan. Tujuannya agar pemangku kepentingan di perguruan tinggi mengetahui UN berjalan dengan baik dan memiliki kompetensi untuk terintegrasi dengan jenjang pendidikan lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi.

"Jadi, hasil UN bisa dimanfaatkan untuk seleksi perguruan tinggi negeri, dengan catatan siswa sekolah itu tidak melakukan kecurangan. Maka, kita libatkan teman-teman dari perguruan tinggi dalam proses penulisan naskah soal, pengawasan, sekaligus untuk seleksi," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.