Kompas.com - 24/03/2014, 08:10 WIB
Kasal TNI Laksamana Dr Marsetio bersama Rektor Universitas Haluoleo Kendari menandatangani kerjasama di bidang sumber daya laut di Kendari. Kasal TNI juga diangkat sebagai dosen kehormatan dan luar biasa di perguruan tinggi negeri Kendari. KOMPAS.COM/ Kiki Andi PatiKasal TNI Laksamana Dr Marsetio bersama Rektor Universitas Haluoleo Kendari menandatangani kerjasama di bidang sumber daya laut di Kendari. Kasal TNI juga diangkat sebagai dosen kehormatan dan luar biasa di perguruan tinggi negeri Kendari.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com – Kepala Staf Angkatan Laut (KASL) Laksamana TNI Dr Marsetio diangkat menjadi dosen kehormatan dan luar biasa di Universitas Haluoleo (UHO) Kendari.

Pengangkatan Kasal TNI sebagai pengajar dilakukan oleh Rektor UHO Prof Dr Usman Rianse, di auditorium Mokodompit UHO, Kendari, Minggu (23/3/2014).

Marsetio akan mengajar mata kuliah wawasan kemaritiman perguruan tinggi negeri itu. Menurut Rektor UHO, lembaga pendidikan harus mengembangan dan meningkatan kualitas mutu tenaga pengajar sesuai dengan kompetensi.

"Jadi secara kelembagaan UHO memberikan gelar dosen kehormatan kepada Laksama TNI Dr Marsetio selaku KASAL, karena sangat paham dan kompeten di bidang kemaritiman," kata Usman Rianse.

Sementara itu, Kasal TNI Laksamana Marsetio mengharapkan agar mahasiswa memiliki kemauan yang besar untuk belajar di bidang maritim, memiliki motivasi untuk terus mencitrakan diri dengan melakukan kegiatan positif.

“Kita tunggu jadwal dari bapak rektor saja, bisa saja Sabtu atau Minggu nanti kita atur. Bisa juga via teleconference untuk studi S2 dan S3, atau mahasiswanya yang ke Jakarta. Tetapi bukan hanya saya yang akan mengajar, ada juga staf saya yang lulusan AS khusus,” ungkap Marsetio.

Ia menjelaskan, wawasan kemaritiman sangat penting diketahui oleh mahasiswa. Karena Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih besar dibanding dengan daratannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disebutkannya, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memberikan karakteristik di antaranya memiliki sejarah panjang budaya maritim. Sehingga, penting dilakukan riset-riset untuk memahami secara lebih baik sumberdaya maritim agar dapat diperoleh strategi pelestarian dan pemanfaatannya secara tepat.

Dalam kesempatan yang sama, TNI AL dan UHO Kendari juga menandatangani kerja sama di sektor pemanfaatan sumber daya laut, pendidikan, pelatihan serta pengembangan dan pengabdian, di Kendari.

“Dengan kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan generasi bangsa cerdas dan memiliki wawasan luas terkait pemanfaatan sumberdaya laut. Tak hanya bidang maritim, tetapi banyak bidang keilmuan yang menjadi perhatian kami di TNI-AL,” kata KSAL.

Kedatangan jenderal bintang empat di kampus UHO Kendari, untuk menghadiri seminar nasional yang bertemakan "Memantapkan Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh" sebagai gagasan akademisi, teknokrat dan praktisi demi NKRI.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.