Pemprov Jabar Berencana Tambah Enam Perguruan Tinggi Negeri

Kompas.com - 29/04/2014, 22:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan KOMPAS.com/Rio KuswandiGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menambah enam perguruan tinggi negeri di wilayah tersebut. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, jumlah perguruan tinggi negeri yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Selain itu, menurut dia, Jabar menjadi provinsi yang banyak dituju para calon mahasiswa.

"Karena di Jabar kampus negeri itu rasionya terlalu kecil dibanding penduduk yang ada. Kalau universitas negeri di Sumbar diserbu anak-anak Sumbar, tapi kalau di Bandung, diserbu seluruh Indonesia. Oleh karena itu, rasionya perlu diperbanyak," kata Ahmad Heryawan alias Aher, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/4/2014).

Aher mengatakan, enam perguruan tinggi baru yang diajukan Pemprov Jabar adalah Universitas Negeri Siliwangi di Tasikmalaya, Politeknik Negeri Subang, Universitas Negeri Swadaya Swagati di Cierbon, Universitas Negeri Singaperbangsa, Unsika di Karawang, serta kampus di luar domisili, yakni Universitas Padjadjaran di Subang.

"Dan IPB (Institut Pertanian Bogor) bikin di Sukabumi," sambung Aher.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, kehadiran universitas negeri baru diharapkan bisa meningkatkan angka partisipasi masyarakat akan pendidikan tinggi di Jabar. Pemprov Jabar, katanya, menargetkan angka partisipasi 35 persen.

"Angka partisipasi sekarang 20 persen-an, targetnya 35 persenlah," ucap Heryawan.

Usulan untuk mendirikan enam perguruan tinggi di Jabar ini akan disampaikan Heryawan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) nasional tahun anggaran 2015 yang akan diselenggarakan pada Rabu (30/4/2014). Musrenbang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta para kepala daerah.

Selain memperjuangkan penambahan perguruan tinggi negeri, Heryawan mengatakan bahwa pihaknya berharap pemerintah pusat menambah anggaran untuk Pemprov Jabar. Menurut dia, suntikan dana pusat sangat ditunggu-tunggu untuk meningkatkan program Pemprov Jabar, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

"Karena kalau cerita tentang pendanaan, dana yang paling besar dibutuhkan oleh pemda adalah dana infrastruktur, termasuk dalam konteks ketahanan pangan, konteks ekonomi, pertanian, itu penting. Konteks mempertahankan produksi pangan, sayuran, daging, dan sebagainya," paparnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X