Kompas.com - 02/05/2014, 09:41 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh  memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di pelataran Kemendikbud, Senin (2/5/2014). KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARIMenteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di pelataran Kemendikbud, Senin (2/5/2014).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman pelataran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (2/5/2014).

Dalam pidato sambutannya, Nuh sekaligus memberikan ucapan terakhirnya sebagai Mendikbud. "Tahun 2014 ini, bagi saya adalah tahun terakhir dalam menjalankan amanah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk itu, melalui peringatan Hardiknas Tahun 2014 ini, sebagai mentri dan pribadi, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih," kata Nuh dalam pidatonya.

Selanjutnya, dia menyinggung dua hal yang sangat mendasar dalam dunia pendidikan. Pertama, yaitu terkait dengan akses mendapatkan layanan pendidikan yang dipengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan. Untuk itu, melalui program-program yang telah dijalankan selama 5 tahun masa jabatannya, dia berharap pendidikan semakin terjangkau.

"BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan siswa miskin, bidik misi, pengiriman guru untuk daerah terpencil, bantuan operasional untuk perguruan tinggi negeri, dan pendirian perguruan tinggi negeri baru dan sekolah berasrama merupakan sebagian dari upaya meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan," kata Nuh.

Sedangkan yang kedua, yaitu terkait dengan kualitas pendidikan yang dipengaruhi oleh tiga hal, yakni ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum dan sarana prasarana.

"Untuk itu, diterapkan beberapa program antara lain pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan kurikulum 2013, dan rehabilitasi sekolah yang rusak," ujatnya.

Menurut M Nuh, semua kebijakan yang telah dijalankan itu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ditandai dengan kenaikan angka partisipasi kasar anak-anak yang bersekolah baik pada tingkat SMP/MTS, SMA/K dan perguruan tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam upacara yang dihadiri oleh jajaran pejabat dan pegawai negeri sipil Kemendikbud, Nuh juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya. Penghargaan tersebut diperuntukkan bagi pegawai negeri sipil di lingkungan Kemendikbud yang telah berbakti selama 10, 20 atau 30 tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.