Harapan Baru dari Pelaksanaan "StuNed Day 2014" - Kompas.com

Harapan Baru dari Pelaksanaan "StuNed Day 2014"

Kompas.com - 06/05/2014, 11:54 WIB
Dok Nuffic Neso Indonesia Lebih dari 100 mahasiswa Indonesia dari seluruh Belanda berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag untuk mengikuti kegiatan StuNed Day 2014, Sabtu (15/3/2014) lalu.
KOMPAS.com - Bulan lalu, tepatnya pada Sabtu (15/3/2014), lebih dari 100 mahasiswa Indonesia dari seluruh Belanda berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag untuk mengikuti kegiatan StuNed Day 2014. Salah satu acara penting dari pelaksanaan StuNed Day 2014 tersebut adalah bincang-bincang interaktif yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia sebagai penyelenggara Beasiswa StuNed, dan asosiasi mahasiswa Indonesia di Belanda, PPI Belanda.

Para tamu talkshow yang hadir diantaranya adalah atase pendidikan di KBRI di Belanda, Bambang Hari Wibisono, dan Managing Director dari Abyor Eropa, Latif Gau. Kedua pembicara tersebut memberikan wawasan yang sangat berguna bagi para pelajar dalam mempersiapkan kelanjutan karir mereka setelah lulus dari perguruan tinggi di Belanda.

Kesimpulan utama dari diskusi itu adalah para mahasiswa harus memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh di Belanda untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan diri mereka sendiri. Pada saat yang sama, mereka juga harus memastikan, bahwa mereka tetap memegang teguh latar belakang dan budaya mereka sendiri; Indonesia.

Pada kata sambutannya, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, mengungkapkan harapan bahwa para siswa dapat menggunakan pengalaman mereka di Belanda untuk menemukan solusi sebagai tantangan profesional yang akan mereka hadapi sepanjang karir mereka. Mervin juga mendorong para mahasiswa untuk menjadi alumni yang aktif setelah lulus nanti.

"Untuk kepentingan pribadi dan profesional mereka sendiri, serta untuk hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda," ujar Mervin kepada Kompas.com, pekan lalu.

StuNed Day 2014 merupakan acara yang sangat menyenangkan untuk bertemu dan berbagi pengalaman, ide, serta ambisi di antara para pelajar Indonesia. Bagi Nuffic Neso Indonesia, kegiatan ini menjadi ajang mengevaluasi dan memantau kemajuan program StuNed dan mendapatkan ide-ide untuk lebih meningkatkan manajemen dan prosedur.

"Hal ini juga memberikan kesempatan untuk mengingatkan para mahasiswa, bahwa mereka akan segera menjadi alumni dan menginformasikan kepada mereka tentang kegiatan Holland Alumni Network," kata Mervin.

Seperti diketahui, StuNed merupakan program beasiswa yang berfokus pada profesional muda. Program beasiswa ini sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belanda.

StuNed didanai oleh Kementerian Luar Negeri Belanda dan dilaksanakan oleh Nuffic melalui Nuffic Neso Indonesia. Tujuan keseluruhan dari StuNed adalah memperkuat hubungan bilateral dan kapasitas kelembagaan di Indonesia.


Program beasiswa ini memiliki tiga modalitas yang berbeda, meliputi program master, kursus singkat, serta pelatihan tailor-made. Sejak 2001, lebih dari 3.000 beasiswa telah diberikan kepada warga negara Indonesia untuk belajar di lembaga pendidikan tinggi Belanda.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisLatief
EditorLatief

Komentar

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X