Kompas.com - 04/07/2014, 16:38 WIB
Penulis Latief
|
EditorLatief

"Dalam pendidikan Mapala UI, senior berperan sebagai mentor, yang menjadi pembimbing sekaligus teman diskusi calon anggota. Jadi senior itu, justru bersifat menjadi teman jalan. Biar alam yang membentuk mental calon anggota," ujar Ridwan Hakim (21), Ketua Mapala UI kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (4/7/20140).

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI itu menuturkan, bahwa dalam melaksanakan pendidikan terhadap “anak baru”, Mapala UI melakukannya dengan gaya "teman ngobrol dan teman jalan". Sistem itu terdefinisikan melalui senior yang berperan sebagai mentor pembimbing, dan sekaligus teman berdiskusi.

"Itu dilakukan supaya kemampuan berorganisasi melalui manajemen perjalanan yang baik dapat diinternalisasikan oleh setiap anggotanya. Bukan dengan hukuman, apalagi pakai main fisik," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ridwan, memang perlu adanya latihan fisik untuk menunjang kegiatan di alam bebas. Latihan fisik adalah suatu kebutuhan untuk menjalankan kegiatan di alam bebas, bukan perintah, apalagi paksaan seorang senior. Senior adalah teman diskusi, bukan tempatnya hukuman.

Namun, ketika pelatihan fisik dan mental menjadi satu-satunya indikator dalam kegiatan kepencintalaman saat ini, premis tersebut berdampak pada wacana bahwa seorang yang gagah dan berani seolah-olah menjadi gambaran seorang yang bergiat di alam. Esensinya malah melenceng.

Ridwan mengatakan, paradigma yang mungkin dijalani para siswa SMA tersebut seolah menimbulkan konsekuensi logis yang membuat adanya kekerasan dalam kegiatan kepencintalaman. Hal tersebut diperparah dengan banalisasi kekerasan dalam kegiatan, yang bahkan cenderung menjadi sesuatu yang menawan bahwa; makin keras, makin macho.

"Dalam hal ini, kami siap membantu meniadakan praktik-praktik kekerasan dalam kegiatan kepencintalaman melalui metode pendidikan yang tepat, sebagaimana usulan Bapak Ahok. Mari kita melihat dengan jernih, tujuan dibentuknya organisasi pencinta alam. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan sesama hidup. Kekerasan bukan melambangkan kegiatan kepencintalaman," kata Ridwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.