Kompas.com - 16/07/2014, 16:46 WIB
Galuh menuturkan, jadwal short course yang padat tidak mengurungkan niatnya menjelajahi Belanda saat akhir pekan tiba. Dok Pribadi/GaluhGaluh menuturkan, jadwal short course yang padat tidak mengurungkan niatnya menjelajahi Belanda saat akhir pekan tiba.
EditorLatief

Bicara soal moda transportasi, lanjut Galuh, jangan coba-coba terlambat, bahkan untuk satu menit pun. Dia mengakui, meski masyarakatnya terkesan individualis, orang-orang Belanda mau meluangkan waktunya sejenak untuk kita.

"Tersenyum, saling memberi salam dan bertegur sapa sudah jadi makanan sehari-hari. Energi positif yang terkadang sulit didapat, khususnya saya yang lahir dan besar di ibukota," ujarnya.

Kenikmatan akhir pekan

Galuh menuturkan, jadwal short course yang padat tidak mengurungkan niatnya menjelajahi Belanda saat akhir pekan tiba. Untuk menemaninya menjelajah, kawan karibnya adalah situs transportasi Belanda, 9292.nl. Galuh sengaja menjadwalkan perjalanan di satu kota untuk satu hari. Dengan begitu, ia bisa lebih merasakan derap dan degup kota yang dikunjunginya.

Selain Amsterdam dan Utrecht, Galuh mengaku menyambangi juga kawasan Haarlem, Muiderslot di Muiden, Amersfoort, Den Haag, Delft. Dari Roosendaal di selatan hingga Pulau Schiermonnikoog di bagian utara Belanda. Menurutnya, sistem transportasi Belanda yang teratur dan mudah dimengerti memudahkan dirinya untuk mengeksplorasi tiap sudut.

"Padahal, berdasarkan pengalaman, saya ini sangat buruk soal arah. Namun durasi saya tersesat juga tidak lama, karena masyarakat Belanda dengan senang hati membantu soal arah," tutur Galuh.

Galuh mengatakan, memori Saturday market di Delft, memandangi kota Amersfoort dari puncak gereja Onze Lieve Vrouwetoren hingga bersepeda di taman Nasional Schiermonnikoog, tidak bisa ditukar oleh apapun. Enaknya lagi, lanjut Galuh, dia berada di Belanda saat musim semi/panas sehingga matahari selalu setia menemani hingga sekitar pukul 21:00.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya. Awalnya memang perlu beradaptasi. Namun saya anggap ini keuntungan, karena saya punya lebih banyak waktu untuk jalan-jalan layaknya siang hari," katanya.

Tentang semua memori tersebut, Galuh teringat ucapan filsuf Augustine of Hippo; "The world is a book, and those who don't travel only read one page."

Bagi Galuh, beasiswa StuNed telah menjadi salah satu bab paling berharga dari halaman buku kehidupannya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.