Kartu Mahasiswa Tertinggal di Ruang Ujian, Ketahuan Jadi Joki SBMPTN 2014

Kompas.com - 16/07/2014, 18:17 WIB
Ilustrasi.
KOMPAS IMAGES/DONNY SOPHANDIIlustrasi.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa pascasarjana di sebuah PTN tertangkap sebagai joki dalam ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SBMPTN) 2014. Mahasiswa tersebut melarikan diri saat petugas melakukan verifikasi data, tetapi sayangnya tasnya tertinggal di dalam ruang ujian.

"Dia lari saat ada verifikasi, tapi tas dan ponselnya ketinggalan di kelas. Di dalam tasnya, ada kartu mahasiswa. Rupanya dia mahasiswa pascasarjana," kata Ketua Panitia Nasional SBMPTN 2014 Ganjar Kurnia dalam jumpa pers di Sari Pan Pacific Hotel, Rabu (16/7/2014).

Ganjar melanjutkan, mahasiswa tersebut diserahkan ke universitasnya karena yang berwenang memberikan sanksi adalah universitasnya, bukan panitia SBMPTN. Ganjar pun enggan menyebutkan identitas mahasiswa maupun nama dan lokasi PTN asal mahasiswa. Panitia khawatir hal ini akan menimbulkan sentimen tertentu.

"Ada proses verbal dari universitasnya. Ini sudah berkaitan dengan tindakan hukum. Mungkin diberhentikan sebagai mahasiswa oleh perguruan tingginya," ujar pria yang juga menjabat sebagai rektor Universitas Padjajaran tersebut.

Selain satu orang tersebut, panitia SBMPTN juga telah menemukan sejumlah data ganda.

"Jadi ada satu nama, alamatnya sama, orangtuanya sama, tanggal lahirnya sama, tapi terdaftar di dua tempat ujian dan dua-duanya diikuti. Ada sebelas pasang akun yang seperti itu. Kami langsung mendelete mereka (tidak meloloskan)," kata Ganjar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X