Kompas.com - 07/08/2014, 11:32 WIB
Semua presedur seleksi KGSP selesai pada Juni 2014 lalu dan memilih 10 orang penerima beasiswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 7 perempuan. Penerima beasiswa paling tua berusia 35 tahun, dan yang termuda berusia 21 tahun. Dok Korean Cultural Center IndonesiaSemua presedur seleksi KGSP selesai pada Juni 2014 lalu dan memilih 10 orang penerima beasiswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 7 perempuan. Penerima beasiswa paling tua berusia 35 tahun, dan yang termuda berusia 21 tahun.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan dan Indonesia kembali menyelenggarakan Korean Government Scholarship Program atau KGSP di Indonesia. Program beasiswa ini berhasil menyeleksi 10 orang dari 255 orang pelamar yang ingin melanjutkan studi mereka di Korea Selatan.

KGSP adalah program beasiswa yang diselenggarakan Pemerintah Korea Selatan untuk memberi peluang belajar di negara itu. Seleksi program beasiswa ini ditawarkan untuk jenjang pascasarjana (S-2 dan S-3) tahun 2014 pada Februari lalu di 157 negara. Jumlah penerima beasiswa untuk jenjang ini mencapai 533 orang.

Minister Korea Selatan, Park Young-Sik, dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini kuota untuk Indonesia sebanyak 10 orang, padahal jumlah pelamarnya mencapai 255 orang. Prosedur seleksinya meliputi pemeriksaan dokumen, wawancara di Kedutaan Besar Korea, dan pemeriksaan panita di Seoul.

Semua presedur seleksi itu selesai pada Juni lalu dan memilih 10 orang penerima beasiswa yang terdiri dari 3 laki-laki dan 7 perempuan. Penerima beasiswa paling tua berusia 35 tahun, dan yang termuda berusia 21 tahun.

Jurusan yang mereka pilih juga beragam. Jurusan Bahasa Korea merupakan yang paling banyak peminatnya, yaitu 4 orang. Selain itu ada juga lulusan manajemen, teknik lingkungan, serta kedokteran gigi.

"Saya senang sekali dikabari bahwa saya terpilih oleh Kedubes Korsel. Saya memang selalu bermimpi bisa belajar di Korea sejak mulai mempelajari bahasanya," kata salah satu penerima beasiswa, Lienando Arzelia Yorika, Rabu (6/8/2014), di Kedubes Korsel di Jakarta.

Lienando mengaku, walaupun dirinya seorang dokter gigi, tetap ingin berkontribusi dalam perkembangan di tanah air, yaitu sebagai ahli makanan dan gizi (food and nutrition) setelah menyelesaikan program S-2 di Korea.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya, para penerima beasiswa akan berangkat ke Korea pada 25 – 27 Augustus nanti, setelah orientasi yang dilaksanakan oleh National Institute for International Education selesai. Mereka akan belajar bahasa Korea selama 1 tahun pertama, kemudian mengikuti program S-2 yang bisa ditempuh selama 2 tahun.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.