Kompas.com - 11/08/2014, 17:00 WIB
EditorLatief

Dia menjelaskan, Klinik Kurikulum dilakukan untuk mengantisipasi persoalan-persoalan pada saat implementasi K-13. Selama ini, jika memiliki pesoalan, guru tidak mengetahui harus ke mana menyampaikannya dan mendapatkan jawaban secepatnya. Hal itu terjadi karena tidak ada "ruang khusus" untuk menampung segala persoalan seputar implementasinya.

Di Klinik Kurikulum, persoalan atau pertanyaan tersebut tertampung dan secepatnya mendapatkan jawabannya. Dalam hal ini, Klinik Kurikulum menjadi wadahnya. Kalau pertanyaannya menyangkut kebijakan, pihak dinas pendidikan yang menjawabnya.

"Apabila pertanyaan mengenai substansi kurikulum, kami berikan kepada guru inti dan kepala sekolah inti," kata Ikhsan.

Pengawas, guru inti, kepala sekolah inti, dan unsur perguruan tinggi, setiap dua bulan sekali berkumpul membahas persoalan tersebut di gugus. Mereka berbagi pengalaman dan bercerita tentang program implementasinya, kemudian mencari solusi yang dianggap tepat untuk setiap persoalan. Dengan demikian, implementasi berikutnya sudah tidak ada masalah di lapangan.

"Dua bulan berikutnya, mereka kumpul lagi. Namun, yang berkumpul bukan hanya guru yang mengajar dan melatih, tapi mengundang guru atasnya yang akan implementasi pada tahun depan," ujarnya.

"Dengan begitu, guru tersebut sudah mengetahuinya dari awal. Tidak usah menunggu pelatihan. Itu yang disebut pola pengimbasan. Jadi, ketika kurikulum diimplementasikan, kami bisa segera mencari solusi ketika ada persoalan dan sekaligus membangun sistemnya. Ada atau tidak ada pendampingan, persoalan di lapangan tetap bisa dijembatani," tambahnya.

(ARIFAH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.