Kompas.com - 20/08/2014, 13:08 WIB
Pembukaan Tanoto Foundation Gathering 2014 di Pangkalan Kerinci, Riau, Selasa (19/8/2014). M LatiefPembukaan Tanoto Foundation Gathering 2014 di Pangkalan Kerinci, Riau, Selasa (19/8/2014).
Penulis Latief
|
EditorKistyarini

PEKANBARU, KOMPAS.com
- Peminat beasiswa National Champion Scholarship dari Tanoto Foundation untuk jenjang S-1 masih tinggi, meskipun seleksinya sangat ketat. Tahun ini saja ada 8000 pelamar, tapi yang diterima hanya 230 mahasiswa.

Hal itu dipaparkan Anderson usai membuka Tanoto Foundation Gathering 2014 di Pangkalan Kerinci, Riau, Selasa (19/8/2014) malam.

Bagi mahasiswa yang lolos seleksi, mereka berhak mendapatkan bantuan biaya SPP maksimum Rp5 juta per semester dan tunjangan bulanan hingga lulus kuliah sebesar Rp 600.000 per bulan.

"Setiap tahun dana untuk beasiswa yang kami keluarkan Rp15 miliar, itu hanya untuk beasiswa saja, belum yang lainnya. Terhitung sejak kami berdiri tahun 2006 sampai tahun ini, kami sudah berikan beasiswa untuk lebih dari 4.200 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi," kata Anderson.

Untuk tahun akademik 2015/2016, Tanoto Foundation akan kembali membuka pendaftaran program beasiswa ini. Ada tiga kriteria utama seleksi beasiswa tersebut meliputi seleksi administrasi, tes psikologi dan wawancara.

Sylsilia Trinova S, mahasiswi semester 8 jurusan Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat IPB, mengaku beasiswa Tanoto Foundation termasuk beasiswa yang cukup bergengsi dan menarik di mata mahasiswa. Pasalnya, beasiswa ini tak hanya untuk kalangan tidak mampu secara finansial atau miskin.

"Kalau beasiswa lain kan diutamakan yang tidak mampu, kalau di sini tidak begitu. Pernah saya coba beasiswa lain, tapi tidak diterima karena ada syarat harus dari keluarga tidak mampu, sebab ayah saya kan wiraswasta. Kalau di sini kita hanya harus bisa melewati syarat-syaratnya yang tergolong ketat," kata Sylsilia.

"Pengumumannya juga luar biasa bikin deg-degan. Saya awalnya sudah tak yakin lolos. Tapi enam bulan kemudian pengumuman itu datang dan ternyata saya berhasil," tambah mahasiswi yang meraih IPK 3,37 saat meraih beasiswa tersebut.

Pendapat itu diperkuat oleh Mahdi Saragih, mahasiswa semester 8 di Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU). Mahdi menuturkan, pada tahun pertama kuliah dia malah sempat gagal mendapatkan beasiswa ini dan mengulang di tahun berikutnya.

"Tahun keempat saya baru lolos. Beruntungnya di sini kita tak cuma mendapat beasiswa, tapi juga pelatihan leadership, public speaking dan lain-lainnya," kata Mahdi.

"Saya menganggap beasiswa ini lebih bergengsi dibandingkan yang lain, karena mendapatkannya tidak mudah," tambah dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.