Kompas.com - 27/08/2014, 18:51 WIB
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Mendengarkan dongeng yang dibacakan dari sebuah buku dongeng menjadi inspirasi tersendiri bagi Direktur Pelaksana Venture Markets Pearson, Christopher Samler. "Sejak saya kecil, ibu membacakan dongeng saat saya hendak tidur. Saya pun melakukan hal yang sama pada anak saya,"tuturnya.

Pada Rabu (27/8/2014) yang terbilang terik di kantor Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), Jakarta Barat, Christopher, pria asal Inggris itu, membeberkan pengalamannya yang menjadi salah satu landasan kerja sama pihaknya, Pearson Plc, dengan YCAB dan Asia Foundation untuk donasi 100.000 buku bagi warga masyarakat di 14 provinsi di Tanah Air. Program ini bertajuk "Booktime".

Sejatinya, ini kesempatan kedua bagi Pearson Plc, perusahaan penerbitan dan pembelajaran asal Inggris mendonasikan buku. Pada 2012, Pearson mendistribusikan 5.000 buku bagi komunitas di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Josephus Primus Direktur Pelaksana Venture Markets Pearson, Christopher Samler terinspirasi buku dongeng

Christopher, mantan anggota angkatan bersenjata Inggris itu, mengaku Indonesia adalah negara yang memiliki keunikan dari latar ekonomi, budaya, dan politik. Sementara, pada sisi lain, begitu besar peluang muncul di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan membaca, khususnya bagi anak-anak. "Indonesia punya momentum untuk itu," tutur peraih gelar MBA dari Harvard Business School ini.

Masih menurut Christopher, pihaknya sudah menghelat "Booktime" sejak 2006. Namun, program itu terbatas hanya di Inggris. "Indonesia negara pertama di luar Inggris untuk program ini," katanya.

Sementara itu, data terkini dari Unesco Institute for Statistics (UIS) menunjukkan meski tingkat literasi alias kemampuan membaca terus menanjak, masih ada 800 juta orang dewasa di seluruh dunia masuk golongan buta aksara atau buta huruf. Dari jumlah itu, dua pertiganya adalah perempuan.

Selanjutnya, yang juga menjadi tantangan besar di Indonesia menurut Perwakilan Asia Foundation untuk Indonesia Sandra Hamid dalam kesempatan itu buku cerita anak dua bahasa masih kurang jumlahnya. Tantangan ini, menurutnya, yang coba dijawab melalui "Booktime".

Josephus Primus Kampanye Pearson pada 2014 untuk donasi 100.000 buku bagi masyarakat bagi 14 provinsi di Indonesia bertajuk

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.