Kompas.com - 22/09/2014, 13:52 WIB
Saat ini tercatat sekitar 5.596 pelajar internasional menempuh pendidikannya di APU. Dari jumlah tersebut Indonesia menyumbang hampir 30 persen mahasiswa. Bahkan, hingga September ini, sudah lebih dari 80 siswa dikirim ke Jepang.
M Latief/KOMPAS.comSaat ini tercatat sekitar 5.596 pelajar internasional menempuh pendidikannya di APU. Dari jumlah tersebut Indonesia menyumbang hampir 30 persen mahasiswa. Bahkan, hingga September ini, sudah lebih dari 80 siswa dikirim ke Jepang.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Ritsumeiken Asia Pacific University (APU), Jepang, semakin menahbiskan diri sebagai kampus internasional di negara itu. Lebih dari 80 negara menyumbang pelajarnya ke kampus tersebut, salah satunya Indonesia.

Saat ini tercatat sekitar 5.596 pelajar internasional menempuh pendidikannya di APU. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang hampir 30 persen mahasiswa. Bahkan, hingga September ini, sudah lebih dari 80 siswa dikirim ke Jepang.

"Sudah ada 88 orang yang kita kirim ke APU pada September ini, dan beberapa di antaranya adalah penerima beasiswa," ujar Prof Kondo Yuichi, Dean of Admission Professor Ritsumeikan APU, kepada Kompas.com pada APU Information Session di Jakarta, Minggu (21/9/2014).

APU memang merupakan kampus mahal. Kenyataan tersebut diakui sendiri oleh Kondo. Akan tetapi, menurut dia, pelajar tidak perlu khawatir karena APU menyediakan beasiswa dengan rentang 30 sampai 100 persen. Tak sedikit pelajar Indonesia mampu memperoleh beasiswa 100 persen tersebut.

"Untuk tahun ini sudah ada beberapa yang mendapat beasiswa 100 persen. Namun, untuk jumlah tepatnya, saya tak bisa memberikan angka pasti," kata Kondo.

Indonesia memang menjadi salah satu negara yang menjadi perhatian APU, seperti tersurat dari pernyataan Kondo. Dia mengatakan, saat ini APU menargetkan 350-400 pelajar Indonesia untuk bisa kuliah di kampus itu. Jumlah itu tidak terlepas dari sifat pelajar Indoneisa yang disukai pihak APU.

"Pelajar Indonesia sangatlah sopan dalam setiap kegiatan. Ketika mereka belajar atau melakukan aktivitasnya, mereka bisa menjadi pemimpin. Selain itu, mereka juga rajin, dan tentu kami butuh banyak pelajar Indonesia karena mereka bisa menjadi inti dari kampus APU," ujar Kondo.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X