Kompas.com - 18/11/2014, 16:53 WIB
Universitas Indonesia yang dihuni para periset andal, seharusnya digandeng Pemerintah Kota Depok untuk menghasilkan produk kreatifitas unggulan sehingga berpotensi terciptanya basis ekonomi yang akan mengurai masalah klasik perkotaan; macet. energitodayUniversitas Indonesia yang dihuni para periset andal, seharusnya digandeng Pemerintah Kota Depok untuk menghasilkan produk kreatifitas unggulan sehingga berpotensi terciptanya basis ekonomi yang akan mengurai masalah klasik perkotaan; macet.
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com
- Muhammad Anis terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2014-2019. Anis unggul dari dua calon rektor lainnya, Mohammad Nasikin dan Rinaldy Dalimi dalam pemilihan Rektor UI Terpilih serta Debat Publik Calon Rektor UI di Balai Sidang UI kampus Depok, Selasa (18/11/2014).

Dalam pemungutan suara, seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com, Selasa sore, Guru Besar Teknik Metalurgi UI itu meraih 12 suara, sementara Nasikin, memeroleh 7 suara dan Rinaldy dengan 4 suara.

Pemungutan suara diikuti oleh 15 anggota Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) dengan total 15 suara serta Perwakilan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai Wakil Pemerintah yang memiliki hak 35 persen suara atau setara dengan 8 suara.

Pemilihan ini disaksikan oleh sivitas akademika UI yang terdiri atas dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan alumni UI.

Anis, Nasikin dan Rinaldy terpilih sebagai tiga calon terakhir setelah melewati serangkaian penjaringan dan penyaringan sejak Agustus 2014, mulai dari seleksi wawancara oleh P3CR, cyber campaign, kampanye interaktif, tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), wawancara oleh para pakar dalam bidang tata kelola, manajemen pendidikan tinggi dan manajemen perubahan dan proses wawancara hingga elaborasi gagasan terkait rencana strategis di hadapan seluruh anggota MWA UI serta debat publik.

Para kandidat juga telah melalui tahapan penyaringan rekam jejak berupa penelusuran pajak, laporan harta kekayaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penelusuran pergaulan sosial oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, Anis ditunjuk sebagai pengganti Pjs Rektor UI melalui rapat MWA UI, 2 Mei lalu. Dia dipilih dengan pertimbangan menurunnya kinerja manajemen UI selama dipegang oleh pejabat sementara yang dipegang oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi waktu itu, Djoko Santoso. Djoko sendiri menjabat sebagai Pjs Rektor UI setelah kisruh internal di bawah pimpinan rektor waktu itu, Gumilar Soemantri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.