Hari Guru Nasional, Anies Canangkan Revolusi Mental bagi Guru

Kompas.com - 24/11/2014, 15:28 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan.
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2014 pada Selasa (25/11/2014) besok. Sang menteri, Anies Baswedan, menyebutkan bahwa hal ini akan dijadikan momen untuk mengimplementasikan revolusi mental.

Tema HGN 2014 yang dibarengi dengan HUT Ke-69 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tersebut, kata Anies, adalah "Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru".

"Sesuai arahan Presiden, revolusi mental adalah konsep peningkatan kualitas manusia demi memajukan Republik Indonesia," ujar Anies melalui siaran pers jelang HGN, Senin (24/11/2014).

Anies mengatakan, sehebat apa pun suatu kelembagaan, selama ditangani oleh manusia yang salah kaprah soal pembangunan manusia, hal tersebut tak akan membawa kemajuan. Oleh sebab itu, sasaran yang difokuskan adalah peningkatan kualitas guru. Peningkatan kualitas guru akan menjadi fokus perhatian kementerian Anies pada tahun 2015.

Kepala Badan Sumber Daya Mutu Pendidikan dan Peningkatan Mutu Pendidikan Syawal Gultom mengatakan, program ini menitikberatkan pada penilaian kerja secara individu.

"Sepanjang milestone pembinaan guru, yaitu sejak 2004, (pembinaan) belum memberikan kinerja guru yang maksimal. Penguatan layanan yang profesional berbasis individu mesti dilakukan," ujar dia.

Sekadar informasi, milestone pembinaan para pengajar dimulai pada 2004 ketika guru dinyatakan sebagai sebuah profesi. Tahun 2006, hal tersebut dilanjutkan dengan sertifikasi. Tahun 2008, tunjangan profesi mulai dibayarkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan kualitas guru, lanjut Syawal, juga dilakukan dengan menambahkan pendidikan dan pelatihan tatap muka guru, baik secara langsung atau maupun online. Rencananya, program ini akan berlangsung bagi 3,2 juta guru yang tersebar di 207-an sekolah di penjuru Indonesia, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X