UMN Meluluskan 512 Wisudawan

Kompas.com - 29/11/2014, 16:14 WIB
Dr Ninok Leksono, Rektor UMN (kanan), pada Wisuda VI UMN di Universitas Multimedia Nusantara, Sabtu, (24/11/2014). Tahun ini UMN meluluskan 512 wisudawan.  Dok UMNDr Ninok Leksono, Rektor UMN (kanan), pada Wisuda VI UMN di Universitas Multimedia Nusantara, Sabtu, (24/11/2014). Tahun ini UMN meluluskan 512 wisudawan.
Penulis Latief
|
EditorLatief
TANGERANG, KOMPAS.com - Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau lebih dikenal sebagai ASEAN Economic Community (AEC), para profesional, khususnya generasi muda, harus memiliki kompetensi yang bisa membuat mereka unggul dari tenaga kerja asal negara ASEAN lain. Dengan demikian, mereka tidak akan tersisih dari zona persaingan di masa akan datang.

Demikian disampaikan Rektor UMN Dr Ninok Leksono pada Wisuda VI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di Kampus UMN, Sabtu, (24/11/2014). Selain penguasaan bidang keilmuan, lanjut Ninok, jiwa kejuangan tinggi dan budaya kerja keras merupakan syarat mutlak harus dimiliki oleh anak-anak muda Indonesia untuk bisa bersaing di era ekonomi bebas seperti AEC.

"Di sisi lain kemampuan dan semangat serta kompetensi individu juga masih perlu didukung oleh berbagai insentif dan lingkungan yang kondusif, misalnya adanya infrastruktur ICT yang modern. Di sini peran pemerintah sangat penting. Agar bisa unggul, tentu saja anak muda Indonesia juga harus hidup di lingkungan yang unggul," kata Ninok.

Untuk itulah, lanjut Ninok, lulusan UMN dibekali kuliah tentang diberikan pelatihan tentang kepemimpinan, tentang pengembangan karakter, serta pemahaman tentang organisasi. Lulusan UMN secara umum telah dibekali pengetahuan dasar tentang ICT yang bersifat universal.

Pada sistem pendidikannya, UMN memperkenalkan para mahasiswa nilai-nilai unggul, dalam hal ini adalah 5C yang diturunkan dari falsafah Kompas-Gramedia. Di dalam falsafah tersebut ada 'C' yang berkepanjangan Competent dan Competitive.

"Mungkin saja, dalam pengetahuan kognitifnya lulusan UMN masih harus memperkaya di tempat pekerjaan, tetapi dasar-dasarnya telah diberikan di kampus, termasuk dengan semangat dasarnya untuk berkarakter unggul dan kompetitif," kata Ninok.

Industri kreatif

Tahun ini, UMN meluluskan 512 wisudawan. Dari jumlah itu, sebanyak 113 wisudawan berasal dari fakultas Ilmu Komunikasi, 223 wisudawan dari fakultas Desain Komunikasi Visual (DKV), 22 wisudawan dari program studi Akuntansi, 36 wisudawan dari program studi Manajemen, 41 wisudawan dari program studi Sistem Informatika, serta 11 wisudawan dari program studi Sistem Komputer.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, yang hadir pada Wisuda VI UMN tersebut menyampaikan orasi ilmiah seputar pengembangan industri kreatif berbasis ICT dan peran serta Kemenkominfo mendorong perkembangan industri tersebut ke level internasional. Dia mengatakan, industri kreatif merupakan salah satu sektor industri yang memiliki peluang baik untuk dapat bersaing dalam pasar bebas ASEAN 2015.

Rudiantara menggarisbawahi pentingnya kewirausahaan berbasis digital di era seperti sekarang ini, termasuk melalui perguruan tinggi seperti di UMN. Menurutnya, wirausaha haruslah mampu mencermati kesempatan dan memberikan nilai tambah saat sumber daya di sekitarnya minim atau tidak ada.

"Wirausaha di bidang ICT saat ini sangatlah penting untuk menggenjot perekonomian. Bisnis e-commerce sedang bertumbuh dengan pesat. Di Indonesia, contohnya, pada 2016 diperkirakan transaksi e-commerce akan menembus kisaran angka sebesar 20 miliar dollar AS," paparnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X