Kompas.com - 04/12/2014, 10:47 WIB
Pada 1976 dia diminta menyediakan alat musik angklung oleh SMPN 6 Bekasi, yang saat itu bernama SMP 1 Pondok Gede. Karena di sekolah itu tidak ada guru kesenian, Maman lalu ditawari menjadi guru di sekolah itu.
Dok Kemdikbud/PIHPada 1976 dia diminta menyediakan alat musik angklung oleh SMPN 6 Bekasi, yang saat itu bernama SMP 1 Pondok Gede. Karena di sekolah itu tidak ada guru kesenian, Maman lalu ditawari menjadi guru di sekolah itu.
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Maman Supratman, guru honorer di SMPN 17 Bekasi, Jawa Barat, pernah sempat menolak ditawari menjadi guru. Saat itu dia hanya seorang penjual alat musik angklung buatannya sendiri. Pekerjaan itu dia lakoni setelah berhenti bekerja di perusahaan kertas pada 1970.

Maman mengisahkan, pada 1976 dia diminta menyediakan alat musik angklung oleh SMPN 6 Bekasi, yang saat itu bernama SMP 1 Pondok Gede. Karena di sekolah itu tidak ada guru kesenian, Maman lalu ditawari menjadi guru di sekolah itu.

"Wah saya tidak bisa,” kisah Maman.

Namun, Maman mengaku terus dibujuk untuk mau menjadi guru.

"Tidak apa-apa. Ada kurikulumnya kok," katanya, menirukan ucapan pejabat kepala sekolah, yang kebetulan adalah adik kelasnya saat di sekolah dulu.

Akhirnya, Maman menyetujui ajakan menjadi guru. Di sekolah itu dia mengajar mata pelajaran seni musik dan seni rupa. Kini, murid Maman sudah banyak yang sukses. Semua itu karena ketulusannya mendidik para siswanya.

"Kemarin saya kedatangan bekas murid saya. Pangkatnya sudah Brigjen lulusan tahun 1983,” katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Memang, meskipun sudah berusia tua, ingatan Maman masih sangat tajam. Usianya saat ini 74 tahun. Bahkan, Kepala Sekolah SMPN 17 Bekasi, tempat Maman mengajar sekarang, juga bekas muridnya.

"Saya dulu murid Pak Maman waktu di SPG.” kata Kepala Sekolah SMPN 17 Bekasi, Untung Hartono.

Untung mengaku termotivasi oleh semangat mendidik Maman. Bahkan, selain di SMPN 17 Bekasi, Maman juga mengajar di SMP PGRI Bekasi. Kepala sekolahnya juga bekas muridnya dulu.

Baca tentang


Sumber Kemdikbud
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X