Simposium Nasional Ini Ingin Kembangkan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal

Kompas.com - 05/12/2014, 22:43 WIB
Permainan tradisional oleh anak-anak di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Pasiragung merupakan salah satu desa budaya Pasundan yang terus dilestarikan. SENDY ADITYA SAPUTRAPermainan tradisional oleh anak-anak di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Pasiragung merupakan salah satu desa budaya Pasundan yang terus dilestarikan.
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Waktu terus bergulir, zaman terus berganti, tantangan di dunia pendidikan pun berubah. Perkembangan teknologi dan kecenderungan budaya instan dianggap mulai 'menyerbu' dunia pendidikan dengan cepat. Akibatnya, pendidikan karakter yang berbasis kearifan lokal semakin tersingkirkan.

Yayasan Kesatuan yang bergerak di bidang pendidikan pun melihat kesenian lokal mulai terpinggirkan. Menurut Direktur Sekolah Kesatuan Samuel Soemantri, kesenian asing yang mudah diakses melalui televisi, bioskop, juga internet, mulai menggantikan kesenian lokal.

"Percakapan yang mendominasi anak-anak sekolah bukan lagi menggunakan bahasa lokal yang sarat filosofi. Demikian juga permainan anak-anak saat ini didominasi oleh permainan dalam bentuk sabak yang dibawa kemana-mana, yang mengurangi dengan drastis interaksi mereka secara langsung dengan teman sebayanya," kata Samuel dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.com, Jumat (5/12/2014) malam.

Atas dasar itulah Yayasan Kesatuan akan menyelenggarakan Simposium Nasional Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal, Sabtu (6/12/2014), di Sekolah Kesatuan, Bogor, Jawa Barat. Sejumlah pakar dan penggiat kebudayaan akan hadir mengisi simposium yang dihadiri praktisi pendidikan, baik itu guru atau kepala sekolah dari sejumlah sekolah di Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Yogyakarta.

Adapun yang akan menjadi pembicara dalam simposium itu adalah Profesor Jacob Soemarjo, pakar kebudayaan dan guru besar di Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Jacob Soemarjo akan membahas peranan budaya (kesenian) lokal dalam melakukan proses transformasi nilai dan membentuk karakter siswa.

Ada juga Dr Hawe Setiawan, dosen Fakultas Seni dan Sastra Universitas Pasundan yang juga penggiat di Yayasan Rancage. Hawe akan mengupas peranan bahas ibu dalam melakukan proses transformasi nilai dan membentuk karakter siswa.  

Dr (can) Zaini Alif, pendiri Komunitas Hong Bandung akan mengupas proses transformasi nilai permainan lokal yang sarat makna dan perannya dalam pembentukan karakter siswa. Acara ini akan menghadirkan Indah Sri Wardhani dari Litbang Kompas sebagai moderator.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.