Tenri dan "Jeritan-jeritan Roh"....

Kompas.com - 06/12/2014, 07:00 WIB
Dok Kemendikbud Andi Tentribali Hikmah Napace atau disapa Tenri.
KOMPAS.com - Hobi membaca dan menulis sejak kecil mempermudah Andi Tentribali Hikmah Napace menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Hal ini terbukti ketika Tenri, demikian dia biasa disapa, mengikuti lomba menulis cerita pendek kategori pemula.

Tenri adalah peraih juara pertama lomba bertema "Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar 2014". Prestasi itu mengantarkannya bertemu langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, pada acara penyerahan piagam dan hadiah kepada para pemenang.

Pada perlombaan itu, siswa kelas IV SD Islam Al Azhar 21 Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut menulis cerita pendek berjudul "Jeritan-Jeritan Roh".

"Bukan. Ini cerita tentang seorang anak bernama Rohani. Dia biasa dipanggil teman-temannya dengan nama Roh," jelas Tenri.

Tenri menceritakan, cerita pendek itu terilhami dari pengalamannya sendiri.

"Jadi, ceritanya, Roh itu punya adik. Karena kenakalan adiknya, Roh suka menjerit-jerit kesal, termasuk saat sang ibu meminta Roh membuang popok sekali pakai yang sudah menumpuk di kamar mandi. Roh tidak suka, makanya di sering menjerit,” tutur Tenri, yang hobi membacanya “tertular” oleh kedua orang tuanya.

Cerita tidak berhenti di situ. Tenri melanjutkan, Roh kemudian diminta sang ibu untuk mengambil uang hasil menitipkan kue di warung. Ibu berpesan agar uangnya langsung dibelikan sebungkus popok untuk adiknya.

"Nah, dari situ Roh berpikir, kasihan sekali ibunya menjual kue yang uangnya dibelikan popok dan akhirnya popok itu harus dibuang juga," cerita Tenri yang di rumahnya punya perpustakaan mini.

Roh kemudian berpikir, apa yang bisa dilakukan dengan popok bekas adiknya.

"Ternyata popok bekas dapat menjadi media tanam yang cukup baik untuk tauge. Roh mencobanya di rumah, dan mengikuti lomba karya ilmiah siswa dengan memanfaatkan popok bekas adiknya itu," lanjut Tenri yang senang menggambar ini.

Ilmu tentang pemanfaatan popok bekas ini diperoleh Tenri dari sekolah. Saat besar nanti, Tenri bercita-cita sebagai seorang pengacara. Lho, kenapa tidak mau jadi penulis?

"Ya, itu juga. Tapi, sebagai hobi," ujarnya.

Dia menambahkan, sejak ikut Konferensi Penulis Cilik Indonesia itu dirinya menjadi lebih semangat mengembangkan bakatnya dalam membaca dan menulis cerita. Ia bercita-cita suatu saat dapat menghasilkan buku yang bisa menginspirasi orang lain. (RATIH) 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X