Siap-siap, Jatah "Beasiswa Orange Tulip" ke Belanda Makin Besar!

Kompas.com - 18/12/2014, 07:00 WIB
Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, dan Education Promotion Officer Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia, Inty Dienasari, saat memaparkan program beasiswa Orang Tulip Scholarship di Kantor Nuffic Neso Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12/2014). M Latief/KOMPAS.comDirektur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, dan Education Promotion Officer Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia, Inty Dienasari, saat memaparkan program beasiswa Orang Tulip Scholarship di Kantor Nuffic Neso Indonesia, Jakarta, Rabu (17/12/2014).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kesempatan meraih beasiswa dan bisa menimba ilmu di Belanda tetap terbuka lebar untuk pelajar Indonesia, baik di jenjang S-1 dan S-2. Tahun ini jatah beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) semakin besar.

Tahun lalu OTS menyediakan 40 beasiswa dengan total 400.000 Euro untuk kandidat asal Indonesia. Tahun ini, akan ada 39 skema beasiswa berbeda untuk 69 calon penerimanya dengan total nilai mencapai 713.250 Euro atau sekitar Rp 11,2 miliar lebih.

"Kalau dibandingkan dengan beasiswa tahun lalu jelas lebih banyak. Karena memang lebih banyak lagi universitas di Belanda yang berpartisipasi memberi beasiswa ini. Kenaikannya sampai 18 persen dan lebih banyak skema beasiswa hingga 48 persen," ujar Direktur Nuffic Neso Indonesia, Mervin Bakker, saat memaparkan program beasiswa tersebut di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Tahun ini, lanjut Mervin, sebanyak 26 institusi perguruan tinggi Belanda ikut berpartisipasi memberikan Beasiswa Orange Tulip. Program beasiswa ini disediakan untuk kandidat yang ingin melanjutkan studi, baik S-1 maupun S-2. Masing-masing beasiswa itu dikelola oleh Nuffic Neso dengan menggandeng sejumlah perusahaan dan lembaga dengan struktur pendanaan berbeda.

"Memang, beasiswa ini tidak bersifat penuh atau full tuition. OTS hanya menanggung biaya kuliah dan kebutuhan pendukung studi, misalnya buku, tapi bukan untuk biaya hidup," papar Mervin.

Sementara itu, Education Promotion Officer Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia Inty Dienasari mengatakan setiap beasiswa memang memiliki struktur pendanaan berbeda. Sebagian besar diberikan dalam bentuk biaya kuliah parsial atau penuh, sedangkan skema lainnya meliputi biaya hidup, biaya visa, serta asuransi.

"Syarat penting dan membedakan beasiswa ini dengan beasiswa studi ke Belanda lainnya adalah si pelamar harus diterima di universitas yang bersangkutan. Merekalah yang kemudian akan menyeleksi langsung. Nantinya, beasiswa yang didapatkan tergantung skema dari si universitas, bisa full atau parsial, dan itu tergantung prestasi mahasiswanya," ujar Inty.

Tahun ini program OTS menggandeng 26 institusi pendidikan tinggi di Belanda sebagai mitranya. Daftar perguruan tinggi tersebut bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id. Bagi Anda yang tertarik, lanjut Inty, permohonan beasiswa bisa diajukan ke institusi pendidikan Belanda pilihannya dan Nuffic Neso Indonesia.

Batas waktu pendaftaran secara umum dibuka hanya sampai 1 April 2015. Informasi lengkapnya bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/orange-tulip-scholarship.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Perkuat Wawasan Konstitusi, Untar Tuan Rumah Kompetisi Peradilan Semu

Edukasi
Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Lulusan SMK hingga S1, Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kemendikbud 2019

Edukasi
CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

CPNS 2019 Kemendikbud Cari Lulusan SMK hingga S1, Ini Jurusan Dibutuhkan

Edukasi
Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Kemendikbud Buka Formasi CPNS 2019, Ini Unit Kerja serta Syarat yang Dibutuhkan

Edukasi
Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Tidak Hanya Pintar, Ini 15 Universitas Terbaik dalam Pengabdian Masyarakat

Edukasi
Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

BrandzView
Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Perkuat Kompetensi Guru Kreatif, Yayasan Pendidikan Astra Gelar Seminar STEM

Edukasi
Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Mengenal Prof Bambang Hero Saharjo, Penerima Penghargaan Internasional John Maddox

Edukasi
Ini Dia Para Jawara 'IdeaNation 2019', dari Kampus Mana Saja?

Ini Dia Para Jawara "IdeaNation 2019", dari Kampus Mana Saja?

Edukasi
Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

Sering Kehilangan Semangat Belajar? Coba Lakukan Hal Ini!

BrandzView
Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Kisah Ayah Inspiratif, dari Buruh Tani hingga Antar Anak Tiap Hari

Edukasi
Upaya Menyandingkan 'Habibie Award' Jadi Sekelas 'Nobel'

Upaya Menyandingkan "Habibie Award" Jadi Sekelas "Nobel"

Edukasi
Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Wahai Mahasiswa yang Hobi Rebahan, Ini 7 Pekerjaan Sampingan Cocok Buat Kamu

Edukasi
Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima 'Habibie Award 2019'

Berjasa Bidang Pengetahuan, Ini 5 Penerima "Habibie Award 2019"

Edukasi
Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional 'John Maddox Prize 2019'

Prof. Bambang Hero Saharjo Raih Penghargaan Internasional "John Maddox Prize 2019"

Edukasi
Close Ads X