Catat Syaratnya... "Beasiswa Orange Tulip" Dibuka Sampai April 2015!

Kompas.com - 18/12/2014, 09:00 WIB
Tahun ini program OTS menggandeng 26 institusi pendidikan tinggi di Belanda sebagai mitranya. Permohonan beasiswa ini bisa diajukan ke institusi pendidikan Belanda pilihannya dan Nuffic Neso Indonesia. M Latief/KOMPAS.comTahun ini program OTS menggandeng 26 institusi pendidikan tinggi di Belanda sebagai mitranya. Permohonan beasiswa ini bisa diajukan ke institusi pendidikan Belanda pilihannya dan Nuffic Neso Indonesia.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Orange Tulip Scholarship merupakan program beasiswa yang disediakan untuk kandidat yang ingin melanjutkan studi, baik di jenjang persiapan (foundation), sarjana (S-1), maupun master (S-2). Pendaftaran beasiswa ini dibuka sampai 1 April 2015 mendatang.

"Syarat penting dan membedakan beasiswa ini dengan beasiswa studi ke Belanda lainnya adalah si pelamar harus diterima di universitas yang bersangkutan. Merekalah yang kemudian akan menyeleksi langsung. Nantinya, beasiswa yang didapatkan tergantung skema dari si universitas, bisa full atau parsial, dan itu tergantung prestasi mahasiswanya," ujar Inty Dienasari, Education Promotion Officer Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia, saat memaparkan beasiswa tersebut di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Namun, lanjut Inty, mahasiswa tidak perlu khawatir. Sebagai pelajar internasional mereka punya kesempatan bekerja paruh waktu maksimal 10 jam per pekan, yang jika dihitung jumlahnya bisa lebih dari setengah biaya hidup yang dibutuhkan untuk seorang pelajar.

Bagi Anda yang tertarik, Anda harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris lisan dan tulisan yang ditunjukkan dengan skor TOEFL-iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0. Pelamar beasiswa juga harus menunjukkan diri sedang menjalani proses pendaftaran atau sudah diterima di salah satu perguruan tinggi di Belanda.

Tahun ini program OTS menggandeng 26 institusi pendidikan tinggi di Belanda sebagai mitranya. Permohonan beasiswa ini bisa diajukan ke institusi pendidikan Belanda pilihannya dan Nuffic Neso Indonesia. Bagi Anda yang tertarik, informasi tentang Orange Tulip Scholarship atau daftar perguruan tinggi yang berpartisipasi pada program beasiswa ini bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id.

Adapun pendaftaran paling lambat secara umum ditunggu sampai 1 April 2015, dan beberapa skema lainnya memiliki tenggat waktu berbeda. Informasi selengkapnya bisa disimak pada laman www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/orange-tulip-scholarship.

Semakin besar

Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker mengatakan bahwa kesempatan pelajar Indonesia untuk meraih beasiswa dan menimba ilmu di Belanda tetap terbuka lebar lewat beasiwa ini. Tahun ini jatah beasiswa Orange Tulip Scholarship (OTS) semakin besar.

Tahun lalu OTS menyediakan 40 beasiswa dengan total 400.000 Euro untuk kandidat asal Indonesia. Tahun ini, akan ada 39 skema beasiswa berbeda untuk 69 calon penerimanya dengan total nilai mencapai 713.250 Euro atau sekitar Rp 11,2 miliar lebih.

"Kalau dibandingkan dengan beasiswa tahun lalu jelas lebih banyak. Karena memang lebih banyak lagi universitas di Belanda yang berpartisipasi memberi beasiswa ini. Kenaikannya sampai 18 persen dan lebih banyak skema beasiswa hingga 48 persen," ujar Mervin.

Baca juga: Kuliah di Luar Negeri, Gengsi atau Kebutuhan?

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X