"E-Track", Pintu Gerbang Menjadi Mahasiswa Global di Jepang!

Kompas.com - 16/01/2015, 11:22 WIB
Lewat penerapan Kurikulum Program “E-Track”, TIU saat ini tengah mendorong 6.000 mahasiswanya, termasuk 700 mahasiswa asing yang berasal lebih dari 30 negara, untuk masuk ke kancah global. Dok Fujistaff Indonesia Lewat penerapan Kurikulum Program “E-Track”, TIU saat ini tengah mendorong 6.000 mahasiswanya, termasuk 700 mahasiswa asing yang berasal lebih dari 30 negara, untuk masuk ke kancah global.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com – Konsep pendidikan di Jepang terus membuka ruang bagi pelajar internasional, tak terkecuali asal Indonesia. Lewat konsep pendidikannya Jepang terus menawarkan upaya menstimulasi dan membebaskan mahasiswa internasional dari batas-batas negaranya untuk menuju apa yang disebut dengan masyarakat global.

Akitoshi Miyashita, profesor bidang politik internasional Tokyo International University ( TIU), menyatakan hal tersebut kepada KOMPAS.com, Jumat (16/1/2015). Miyashita mengatakan bahwa universitas-universitas di Jepang kini semakin terbuka dengan dunia luar, termasuk TIU. Dia tak memungkiri, kekuatan Asia Tenggara, khususnya ASEAN Community, menjadi potensi yang dibidik untuk menarik banyak pelajar ke kampus tersebut.

Didirikan pada 1965, TIU saat ini memiliki lima fakultas S-1 dan empat fakultas untuk S-2.  Lewat penerapan Kurikulum Program “E-Track”, TIU saat ini tengah mendorong 6.000 mahasiswanya, termasuk 700 mahasiswa asing yang berasal lebih dari 30 negara, untuk masuk ke kancah global. E-Track memungkinkan mahasiswa menumbuhkan latar belakang pendidikan luas dan memperdalam pengetahuan mereka, khususnya di bidang Ekonomi Bisnis dan Hubungan Internasional.

"Apalagi E-Track juga menawarkan ukuran kelas kecil untuk menciptakan ikatan lebih kuat di antara mahasiswa dan staf pengajarnya,” ujar Miyashita.

E-Track atau English Track Program dibentuk oleh TIU pada April 2014 lalu. Program ini dibuka untuk dua jurusan, yaitu Bisnis Ekonomi dan Hubungan Internasional.

"Semua mata kuliah dalam program ini dapat diambil dengan bahasa Inggris. Tapi, meskipun belajar dengan bahasa Inggris, program ini juga akan mengajarkan bahasa Jepang, Studi tentang Jepang, dan sebagainya sehingga mahasiswa dapat mempelajari berbagai macam hal di sini," kata Miyashita.

Tak hanya bahasa Inggris. Dalam program E-Track para mahasiswa juga sangat dianjurkan mempelajari bahasa Jepang.

Bahasa Jepang mutlak diperlukan mahasiswa untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan nyaman di Negara Sakura itu. Setelah masuk TIU, pihak universitas menyediakan kurikulum khusus untuk pembelajaran bahasa Jepang.

"Ini perlu agar mahasiswa dapat berbahasa Jepang dalam waktu singkat. Dengan meningkatkan pengetahuan bahasa Jepang itu, mahasiswa bisa memanfaatkan kemampuannya untuk bekerja di perusahaan Jepang atau instansi-instansi global ke depannya," ujarnya.

Dok Fujistaff Indonesia Tak hanya bahasa Inggris. Dalam program E-Track para mahasiswa juga sangat dianjurkan mempelajari bahasa Jepang.
Beasiswa

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Edu
[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

Edu
Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Edu
4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang 'Engineering-Technology' QS WUR 2021

4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang "Engineering-Technology" QS WUR 2021

Edu
Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Edu
Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Edu
I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

Edu
Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Edu
Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Edukasi
Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Edu
30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

Edu
'Overheard Jakarta', Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

"Overheard Jakarta", Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

Edukasi
Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Edukasi
Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Edu
Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Edu
Close Ads X