Ini Syarat Menjadi "World Class University"!

Kompas.com - 21/01/2015, 14:46 WIB
Dimas Jarot Bayu/Kompas.com Univesritas Binus meraih akreditasi internasional dari European Foundation for Management Development (EFMD). Tampak dalam gambar dari kiri ke kanan; Elidjen, Associate Proffesor, Corporate Knowledge Management Manager, Harjanto Prabowo, Rektor Universiats Binus, Firdaus Alamsjah, Dekan Eksekutif Binus International, Tatum S(Tim EPAS), dan Karen Iman (Tim EPAS), berpose bersama setelah pemberian plakat Asian Make Winners 2014, Selasa (20/1/2015).
JAKARTA, KOMPAS.com - Akreditasi internasional merupakan syarat mutlak harus dicapai oleh perguruan tinggi untuk menjadi world class university. Menurut Rektor Binus University, Prof Harjanto Prabowo, akreditasi internasional merupakan sebuah pengakuan terhadap universitas yang memiliki desain dan kemampuan mencetak lulusan berdaya saing tinggi secara internasional.

"World class university mampu mendorong mahasiswa untuk bersaing dalam ranah global. Mereka dipersiapkan secara matang untuk menghadapi itu (Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA),” ujar Harjanto ketika ditemui di Joseph Wibowo Center, Kampus Binus Senayan, Selasa (20/1).

Untuk mencapai akreditasi internasional, perguruan tinggi harus dapat memenuhi berbagai kriteria yang telah ditetapkan sesuai standar internasional. Quacquarelli Symonds (QS), lembaga riset yang bergerak di bidang pendidikan tinggi dalam rilisnya pada 2010 menyebutkan bahwa ada beberapa kriteria inti harus dipenuhi perguruan tinggi di antaranya:

1. Kualitas Penelitian

Indikator kualitas penelitian untuk mencapai akreditasi internasional ini juga berisikan penilaian kualitas dari dalam negeri, produktivitas penelitian perguruan tinggi berdasarkan jumlah jurnal nasional dan internasional, kutipan yang digunakan oleh akademisi lain dalam penelitan, serta penghargaan yang sering diterima oleh pergutuan tinggi.

2. Lulusan kerja

Indikator lulusan kerja ini lebih fokus terhadap kekuatan akademik, kemampuan lulusan untuk bekerja secara efektif dalam tim multikultural, kemampuan lulusan dalam mempresentasikan, dan untuk mengelola karyawan dan proyek. Indikator ini dilihat dari survey terhadap pengusaha, tingkat kerja lulusan, serta tingkat dukungan layanan karir.

3. Kualitas Pengajaran

Peran utama perguruan tinggi adalah memberikan pemikiran terbaik di masa depan, menginspirasi generasi mendatang mengenai potensi riset akademik. Indikator ini lebih berfokus kepada penilaian kualitas pengajaran lokal, kolasi umpan balik mahasiswa, dan survei mahasiswa secara nasional di perguruan tinggi dan rasionya di setiap fakultas.

4. Infrastruktur

Infrastruktur perguruan tinggi merupakan sebuah indikator yang membuat mahasiswa mengetahui apa yang akan dilakukannya ketika berkuliah di perguruan tinggi tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X